Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

 

2 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Milenial Muslim Sambut Positif Kolaborasi BNPT-IPI

Rabu 01 Jun 2022 00:12 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar (kiri) bersama Ketum IPI KH K M T Abdul Muhaimin memberikan plakat usai penandatanganan kerja sama. Peran pesantren dalam wujudkan toleransi beragama dinilai penting.

Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar (kiri) bersama Ketum IPI KH K M T Abdul Muhaimin memberikan plakat usai penandatanganan kerja sama. Peran pesantren dalam wujudkan toleransi beragama dinilai penting.

Foto: Dok. Web
Menurut dia, hubungan mesra BNPT dengan IPI membawa nilai-nilai orisinal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) disambut positif oleh Koordinator  Milenial Muslim Bersatu, Khairul Anam. Menurut Anam, yang dilakukan BNPT dengan merangkul semua pihak, termasuk IPI, menjelaskan secara gamblang dan tegas sikap pemerintah yang terbuka, adil dan tak membeda-bedakan satu kelompok dengan kelompok lain yang ada di masyarakat sebagai unsur pembentuk Indonesia. 

 

“IPI atau kalangan pesantren tidak hanya bagian internal umat Islam, melainkan bisa dikatakan sebagai salah satu maskot Islam Indonesia. Itu artinya tudingan bahwa pemerintah terjangkit sikap Islamofobia jelas tidak benar, mengada-ada, bahkan mungkin saja dilakukan untuk membenturkan pemerintah dengan umat Islam,” kata Anam, Selasa (31/5/2022).

Baca Juga

Lebih jauh, terbukanya BNPT untuk menjalin kerja sama dengan kalangan pesantren melalui penandatangan nota kesepahaman (MoU) tersebut, menurut Anam juga menunjukkan bahwa BNPT melihat pesantren dan IPI sebagai mitra strategis BNPT dalam menunaikan tugas pokok dan fungsinya.

“BNPT jelas tidak melihat IPI dan kalangan pesantren sebagai alat, melainkan mempercayai sepenuhnya bahwa sejak dulu hingga saat ini pesantren senantiasa menyebarkan pesan-pesan toleransi dan pemikiran moderat khas Islam yang tumbuh dan berkembang di Indonesia,” kata Anam. 

Itulah yang membuat pesantren, yang merupakan lembaga pendidikan agama tersebut terbukti memiliki ketahanan dan berperan penting dalam pencegahan masuknya paham radikal intoleran yang mengarah pada tindakan kekerasan  terorisme. 

Anam juga menunjuk pernyataan Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, yang dikemukakannya dalam kesempatan penandatanganan MoU tersebut. Saat itu Boy Rafli mengatakan, sejak zaman dulu pesan-pesan toleransi yang disebarkan pesantren telah merupakan wajah dari gerakan Islam Indonesia yang moderat, yang bertumpu pada nilai-nilai agama dan kebudayaan. Moderasi Islam atau ummatan wasathon itulah, kata Boy Rafli, yang telah terbukti mendukung terbentuknya Indonesia dan mendorong pembangunan negara sejak dulu. 

“Tentu kita umat Islam Indonesia, selama ini terbukti mencintai negara, memiliki sikap toleransi, dan dikenal menghargai keberagaman. Sudah puluhan tahun kita menjaga keberagaman ini,” kata Boy Rafli. 

Saat itu Boy mengatakan, BNPT berharap IPI dapat berperan penuh dengan menguatkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan kepada santriawan dan santriwati di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang penuh keanekaragaman.

"Pada masa lalu santri telah berperan besar berjuang melawan penjajahan. Sebagaimana adanya Hari Santri Nasional yang dilatarbelakangi upaya meneladani semangat jihad yang didengungkan untuk senantiasa menjaga keutuhan NKRI. Jangan sampai kini justru terprovokasi propaganda yang mengajarkan kebencian dan tindakan kekerasan untuk membenci dan melawan saudara sebangsa dan setanah air," ujar Boy Rafli. 

Kepala BNPT, Ketua Umum IPI KH. K.M.T Abdul Muhaimin mengatakan menyambut baik kerja sama dan kolaborasi dengan BNPT dalam pencegahan terorisme tersebut. Menurut Abdul Muhaimin, nilai-nilai toleransi adalah nilai-nilai yang orisinal mengakar dan tumbuh dalam kehidupan pesantren di Indonesia. 

Ia mengatakan, kerja sama tersebut sangat potensial membangun Imdonesia yang bebas dari terorisme. “Sebagai lembaga, IPI memiliki 420 cabang dan 12 ribu pesantren yang tersebar di 34 provinsi. Kerja sama ini tentu akan memberikan hasil yang baik bagi masa depan Tanah Air kita. BNPT dan IPI telah melakukan pembahasan kerja sama ini sejak tahun 2021,” kata Abdul Muhaimin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile