Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Diabetes Tipe 2: Dua Gangguan Mata Ini Bisa Jadi Pertanda Tingginya Kadar Gula Darah

Kamis 02 Jun 2022 09:15 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Mengucek mata (Ilustrasi). Gula darah pengidap diabetes biasanya sedang tinggi jika terasa ada tekanan dan rasa nyeri di mata.

Mengucek mata (Ilustrasi). Gula darah pengidap diabetes biasanya sedang tinggi jika terasa ada tekanan dan rasa nyeri di mata.

Foto: Republika/Desy Susilawati
Kadar gula darah tinggi berisiko mendatangkan masalah pada mata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah orang dengan diabetes (diabetesi) meningkat lebih cepat daripada yang diprediksi. Gaya hidup dan perilaku sedenter meningkatkan kerentanan terhadap diabetes tipe 2. Gejala gula darah tinggi pun bisa terasa pada mata.

 

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak retina, membuat tekanan dan rasa sakit pada mata. Sementara itu, sensitivitas saraf mata membuat kerusakan okular terkait gula darah berisiko untuk diabaikan.

Baca Juga

Ketika kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah retina, ini menghasilkan pembentukan pembuluh darah baru yang abnormal. Jika tumbuh di dalam iris mata, pembuluh darah itu dapat menyebabkan peningkatan tekanan dan akhirnya menyebabkan glaukoma neovaskular. Apoteker berlisensi di PharmD, Stacy Wiegman, mengingatkan, diabetes dapat menyebabkan masalah mata.

"Rasa sakit atau tekanan pada satu atau kedua mata Anda bisa menjadi tanda kerusakan retina," ujar Wiegman, seperti dilansir dari laman Express, Kamis (2/6/2022).

Wiegman menjelaskan, penglihatan kabur atau ganda, bintik hitam atau area kosong, dan kesulitan melihat dari sudut mata Anda adalah gejala lain yang harus diperhatikan. Tingginya kadar gula darah yang berhubungan dengan diabetes, terkadang ditambah dengan hipertensi, dapat menyebabkan pembuluh darah di mata membengkak dan melemah.

Terkadang, ini menyebabkan kebocoran ke dalam vitreous. Kondisi ini dapat mencegah cahaya mencapai retina.

Pembuluh darah yang rusak itu juga dapat mengembangkan jaringan parut yang pada akhirnya dapat menarik retina dari belakang mata. Masalah ini berpotensi berbahaya yang disebut ablasi retina.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile