Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

 

9 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sebaran Penderita Hepatitis Akut Misterius, Didominasi Usia di Bawah 2 Tahun

Kamis 02 Jun 2022 12:56 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andri Saubani

Petugas Puskesmas Kecamatan Menteng bersama kader PKK RW 02 Kelurahan Menteng melakukan sosialisasi terkait penyakit hepatitis akut disela pelaksanaan posyandu di Kawasan Pemukiman Jalan Ayer 5, Menteng, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Melauli kegiatan program sosialisasi tersebut diharapkan dapat mencegah dan menghambat penularan penyakit hepatitis akut di masyarakat.Prayogi/Republika

Petugas Puskesmas Kecamatan Menteng bersama kader PKK RW 02 Kelurahan Menteng melakukan sosialisasi terkait penyakit hepatitis akut disela pelaksanaan posyandu di Kawasan Pemukiman Jalan Ayer 5, Menteng, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Melauli kegiatan program sosialisasi tersebut diharapkan dapat mencegah dan menghambat penularan penyakit hepatitis akut di masyarakat.Prayogi/Republika

Foto: Prayogi/Republika.
Dari total 14 kasus hepatitis akut misterius di Indonesia, enam meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus penyakit hepatitis akut misterius yang belum diketahui penyebabnya juga terjadi di Indonesia. Ternyata penyakit ini mayoritas diderita anak-anak di bawah 2 tahun.

 

"Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 17 Mei 2022 kemarin mengungkap (hepatitis akut misterius) terjadi pada anak-anak usia kurang dari 2 tahun sebanyak tujuh kasus, usia 6-10 tahun dua kasus, anak di atas 11 tahun sampai 16 tahun sebanyak lima kasus," kata Dokter Spesialis Anak di Primaya Hospital Evasari, Ria Yoanita di konferensi virtual, Kamis (2/6/2022).

Baca Juga

Dari total 14 kasus hepatitis akut misterius yang terjadi di Indonesia, dia melanjutkan, enam di antaranya meninggal dunia. Terkait orang dewasa yang juga menderita penyakit ini, Ria mengaku belum ada laporan bahwa hepatitis ini menginfeksi kelompok usia di atas 18 tahun.

Menurutnya, belum ada orang dewasa terpapar virus ini karena bisa jadi karena kekebalan yang dimiliki. Namun, ia menyebut masih dilakukan penelitian mengenai masalah ini. 

"Jadi, belum diketahui bisa menyerang orang dewasa atau tidak karena masih ada riset mengenai masalah ini," katanya.

Karena penyebabnya masih dalam penelusuran, penyebab penyakit ini juga belum diketahui. Ria mengaku ada beberapa hipotesa dugaan hepatitis akut.

Pertama adanya infeksi adenovirus karena ditemukan di sekitar 70 persen sampel. Ia menjaskan, sebenarnya adenovirus sudah ada sebelumnya namun mungkin terjadi mutasi. Kemudian, dugaan lainnya bisa berasal dari obat, racun, hingga minuman. 

"Tetapi semua itu masih dugaan, belum ada bukti kuat penyebabnya," kata Ria.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hepatitis adalah radang pada hati. Kemudian, hepatitis bisa jadi akut jika diderita dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan.

"Ketika terjadi hepatitis akut, terjadi perjalanan penyakit yaitu penderita mengalami mengalami gangguan saluran pencernaan seperti diare, mual, muntah dan gejala saluran pernapasan," terangnya.

Kemudian, dia melanjutkan, mulai muncul gejala di tubuhnya, mulai dari matanya terlihat kuning, kemudian umumnya buang air kecil berwarna jadi seperti teh, kemudian warna buang air besar (BAB) jadi seperti putih pucat. Lebih lanjut ia menjelaskan, begitu anak yang menderita hepatitis akut diperiksakan enzim hatinya yaitu SGPT ternyata meningkat di atas 500, kemudian kondisi ini membuat anak bisa kejang karena tingginya enzim hati. 

"Kemudian, fase terakhir yaitu fulminan (gagal hati akut). Di fase ini, penderita mengalami penurunan kesadaran, bahkan bisa meninggal dunia," katanya.

Di Indonesia, dia mengungkap, gejala hepatitis akut paling banyak dialami penderitanya yaitu anak-anak adalah demam yaitu 78,6 persen dan disertai nafsu makan yang menurun. Kemudian, muntah sekitar 71 persen, kemudian mual sekitar 64 persen, kemudian kuning 57 persen, sakit perut sekitar 50 persen, diare sekitar 42 persen, sesak napas 28 persen, warna BAB seperti semen 21 persen, dan tentunya juga ada peningkatan SGPT lebih dari 500.

"Jadi, orang tua harus sadar kalau anak mengalami gejala hepatitis akut termasuk kejang, penurunan kesadaran," ujarnya. 

 

photo
Kronologis temuan kasus Hepatitis Akut dan Cara Mencegahnya - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile