Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

AS Dukung Filipina Protes ke China Soal Larangan Penangkapan Ikan

Jumat 03 Jun 2022 17:35 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Landasan terbang buatan China terlihat di samping bangunan di pulau buatan di Mischief Reef di gugusan pulau Spratlys di Laut China Selatan terlihat pada Ahad.

Landasan terbang buatan China terlihat di samping bangunan di pulau buatan di Mischief Reef di gugusan pulau Spratlys di Laut China Selatan terlihat pada Ahad.

Foto: AP Photo/Aaron Favila
Filipina mengkritik larangan penangkapan ikan musiman sepihak oleh China

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) mendukung Filipina dalam mengkritik larangan penangkapan ikan musiman sepihak oleh China di Laut China Selatan. Departemen Luar Negeri AS menunjuk pada putusan 2016 pengadilan di Den Haag.

Keputusan itu menolak klaim Beijing serta Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang diratifikasi oleh China meskipun tidak oleh AS.

"Moratorium penangkapan ikan sepihak RRT di Laut China Selatan tidak konsisten dengan putusan Pengadilan Arbitrase 2016 dan hukum internasional," tulis juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price merujuk nama Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dikutip laman Channel News Asia, Jumat (3/6/2022).

"Kami menyerukan RRT untuk mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional," ujarnya menambahkan.

Pada Selasa (31/5/2022) Filipina memanggil seorang diplomat China atas pengumuman larangan penangkapan ikan sepihak serta dugaan pelecehan terhadap kapal penelitian kelautan oleh kapal penjaga pantai China. Setiap tahun China mendeklarasikan larangan penangkapan ikan di musim panas. Ini menunjuk pada kebutuhan untuk mengembangkan kehidupan laut yang berkelanjutan karena penangkapan ikan yang berlebihan di pusat populasi utama.

Tetapi tindakannya telah terjebak dalam sengketa kedaulatan. Beijing bersikeras memiliki yurisdiksi atas sebagian besar Laut China Selatan yang memicu sumber gesekan lama dengan Filipina, Vietnam dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile