Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

16 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Staf McD Massachusetts Dituduh Sengaja Taburkan Bakon di Fish Sandwich Pesanan Muslimah

Jumat 03 Jun 2022 21:00 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Salah gerai McDonalds. Karyawan McD dituduh sengaja menambahkan bakon, irisan daging babi, di fish sandwich pesanan keluarga Muslim di Massachusetts, AS.

Salah gerai McDonalds. Karyawan McD dituduh sengaja menambahkan bakon, irisan daging babi, di fish sandwich pesanan keluarga Muslim di Massachusetts, AS.

Foto: EPA
Kasus fish sandwich bertabur bakon untuk Muslim diadukan ke komisi anti diskriminasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON — Organisasi hak-hak sipil menuduh para staf di restoran McDonald's di Massachusetts, Amerika Serikat sengaja menaruh bakon di atas fish sandwich (sandwich ikan) yang dipesan seorang Muslimah untuk salah satu anaknya. Terkait insiden tersebut, Council on American-Islamic Relations mengajukan pengaduan diskriminasi atas perempuan berhijab tersebut ke Massachusetts Commission Against Discrimination.

"Sudah umum diketahui bahwa Islam melarang umatnya makan daging babi. Karyawan McDonald's dengan sengaja menambahkan bakon ke makanan pihak pengadu dalam upaya untuk menyinggung, mempermalukan, dan menyebabkan kesusahan bagi pengadu dan anak-anaknya yang masih kecil," kata Council on American-Islamic Relations, dilansir New York Post, Jumat (3/6/2022).

Baca Juga

Sandwich tersebut disajikan kepada keluarga Muslim tersebut pada 29 Juni 2021 di restoran McD Chicopee, sekitar 80 mil sebelah barat Boston. Seorang pengacara Council on American-Islamic Relations, Barbara Dougan, mengatakan bahwa aduan itu merupakan langkah pertama dalam proses untuk mencari ganti rugi finansial.

Dougan juga berharap aduan itu mendorong McDonald's untuk melatih para pekerjanya dengan lebih baik untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

"Diskriminasi agama di tempat akomodasi publik tidak hanya ilegal, tetapi juga tercela secara moral," ujar Dougan dalam sebuah pernyataan, dikutip AP.

Pengalaman itu mendorong salah seorang anak dari keluarga Muslim tersebut bertanya kepada ibunya tentang apakah "mereka" membenci "kita".

"McDonald's membuat anak-anak saya dan saya merasa tidak diinginkan dan tidak berharga dengan sengaja mengisi sandwich ikan penuh bakon tanpa alasan lain selain menghukum kami karena keyakinan dan agama kami," kata Muslimah tersebut, Ghadir Alahmar, dalam sebuah pernyataan.

Alahmar mengatakan bahwa tindakan itu sangat merugikan keluarganya. "Anak-anak saya sekarang bertanya-tanya apakah mereka diterima di negara mereka sendiri. Mereka bertanya kepada saya, 'Apakah mereka membenci kita?' Bagaimana seharusnya seorang ibu menjawab pertanyaan itu?" ujar Alahmar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile