Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kenaikan Arus Mudik Berimbas pada Jasa Penyedia Penginapan

Jumat 03 Jun 2022 17:18 WIB

Red: Gita Amanda

Pada Lebaran tahun ini Pemerintah menyatakan masyarakat yang melakukan mudik mencapai 84 juta orang.

Pada Lebaran tahun ini Pemerintah menyatakan masyarakat yang melakukan mudik mencapai 84 juta orang.

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Peningkatan okupansi jadi tren positif bagi pelaku dan pekerja industri pariwisata

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada momen Idul Fitri 2022, tercatat lonjakan mudik hingga 159 persen dibanding tahun 2021 lalu dan naik 2,2 persen dibanding musim mudik terakhir sebelum musim pandemi, yaitu di tahun 2019. Ini memberikan dampak ekonomi pada pengusaha bisnis penginapan.

 

Regional VP Marketing RedDoorz Henry Manampiring menyatakan penginapan-penginapan yang mereka miliki mengalami peningkatan okupansi tertinggi selama musim mudik 2022. Dengan adanya peningkatan okupansi layaknya di era sebelum pandemi, menunjukkan semangat yang tinggi dari masyarakat untuk berlibur. Masifnya jumlah pemudik menyebabkan timbulnya permintaan hotel dan fasilitas akomodasi lainnya.

"Hal ini menjadi tren positif bagi para pelaku dan pekerja di industri pariwisata yang tengah berusaha bangkit setelah dampak pandemi yang membuat penyedia

akomodasi berkurang peminatnya," kata Henry dalam siaran persnya.

Head of Marketing RedDoorz Indonesia Irfan Badruzaman menambahkan, di kota-kota seperti Yogyakarta dan Bandung, okupansi penginapan bahkan mencapai 90 persen, lebih besar dari libur akhir tahun 2019 lalu. "Ini menunjukkan tren yang positif bagi industri,” ujarnya.

Pada Lebaran tahun ini Pemerintah menyatakan masyarakat yang melakukan mudik mencapai 84 juta orang. Bahkan menurut pemerintah mudik tahun ini mencetak rekor terbanyak sepanjang sejarah. Angka ini juga memberikan dampak ekonomi mudik dengan estimasi perputaran uang senilai Rp 72 triliun rupiah, hal ini menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah-daerah dan industri pariwisata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile