Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

10 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bio Farma Minta Industri Kimia Dasar Bahan Baku Obat Diperkuat

Senin 06 Jun 2022 18:53 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Obat. Ilustrasi. Industri kimia menjadi kunci sektor hulu farmasi sebagai bahan baku obat.

Obat. Ilustrasi. Industri kimia menjadi kunci sektor hulu farmasi sebagai bahan baku obat.

Foto: EPA
Industri kimia menjadi kunci sektor hulu farmasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Bio Farma Persero Honesti Basyir mengatakan Indonesia perlu memperkuat industri kimia dasar bahan baku obat. Hal ini diperlukan untuk membangun sistem ketahanan kesehatan di Indonesia.

"Riset masih menjadi tantangan utama, tidak hanya masalah teknologi, investasi dan sumber daya manusia (SDM) juga. Ini harus ada kolaborasi dengan pemerintah," kata Honesti Basyir yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (6/6/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan hal paling rumit di sektor pengembangan bahan baku obat dalam negeri berada di industri kimia dasar sebagai sektor hulu farmasi. "Di Indonesia, industri kimia dasar tidak ada yang sanggup membuat bahan baku yang farma grade (memenuhi kriteria bahan baku obat)," katanya.

Salah satu contohnya adalah produk petrokimia Pertamina yaitu Benzene dan Propylene untuk dikembangkan dan diproduksi menjadi Para Amino Fenol (PAF) sebagai bahan baku farmasi, salah satunya produk Paracetamol. Menurut Honesti industri petrokimia di Indonesia belum punya kemampuan produksi zat kimia dasar untuk bahan baku obat sebab memerlukan investasi yang besar.

"Kami tidak mungkin bikin itu sendirian, itu harus dari kimia dasarnya. Yang kita bikin kan active pharmaceutical ingredient (API)," katanya.

API yang dimaksud adalah zat aktif yang telah memenuhi kriteria sebagai bahan baku obat karena terbukti memiliki aktivitas atau efek farmakologis terhadap tubuh manusia dalam komponen sediaan obat. Honesti mengatakan diperlukan regulasi pemerintah yang mengatur tentang ketersediaan zat kimia dasar bahan baku obat dalam negeri, salah satunya melalui insentif dalam kegiatan riset.

Selain itu, perlu didorong komitmen bersama industri farmasi nasional untuk membeli bahan baku obat yang diproduksi di dalam negeri. "Kalau tidak ada komitmen dari pemerintah, industri akan lebih senang impor. Bio Farma investasi, tapi industrinya tidak mau menyerap," katanya.

Untuk saat ini, kata Honesti, bahan baku obat impor dari sejumlah negara maju seperti China dan India jauh lebih murah daripada mengandalkan investasi industri farmasi dalam negeri. "Untuk itu diperlukan komitmen pembelian. Skala itu bisa naik dan kita bisa bersaing secara harga," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile