Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sukabumi Usulkan Warisan Budaya tak Benda

Rabu 08 Jun 2022 14:45 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi

Foto: Pemkot Sukabumi
Ada tiga subjek yang diusulkan menjadi warisan budaya tak benda.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kota Sukabumi akan mengusulkan tiga Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Langkah tersebut untuk melestarikan kebudayaan, sekaligus mengenalkan potensi Kota Sukabumi secara luas.

Upaya ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi melalui Bidang Kebudayaan. Hal itu ditandai dengan menggelar rapat koordinasi pengusulan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada Selasa (7/6/2022) lalu.

Baca Juga

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rita Handayani mengatakan, pihaknya tengah membahas warisan budaya tak benda. Di mana Sukabumi merencanakan pengusulan Gotong Sisik, Gotong Lisung, dan Bahasa Widal sebagai WBTB, termasuk Mochi yang telah lulus sesuai dengan hasil kurasi tim kurator Jawa Barat.

"Untuk meraih status WBTB, setiap objek harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Unesco," ujar Rita. Sehingga diperlukan adanya keterlibatan para ahli dalam pengusulan ini.

Hal ini terang Rita untuk mengatasi kendala dalam pengajuan WBTB seperti kurangnya kajian maupun catatan mengenai objek yang diusulkan. Penetapan WBTB adalah sebuah strategi Pemerintah untuk melestarikan kebudayaan, sekaligus mengenalkan potensi Kota Sukabumi secara luas.

"Kami mendorong edukasi dalam memperhatikan nilai budaya dan seni atau kearipan lokal di tengah pesatnya arus teknologi informasi," ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Di mana seni budaya membuat menjadi jiwa tenang dan bahagia.

Namun saat ini ada anak muda mengalami kenakalan pelajar salah satunya karena tercerabut dari seni budaya. "Mudah-mudahan generasi muda kembali ke akar sejarahnya kearifan lokal dan budaya," ujar Fahmi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile