Legislator Jateng: Perlu Sinergitas Antisipasi Wabah PMK

Red: Muhammad Fakhruddin

Legislator Jateng: Perlu Sinergitas Antisipasi Wabah PMK (ilustrasi).
Legislator Jateng: Perlu Sinergitas Antisipasi Wabah PMK (ilustrasi). | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Mukafi Fadli berpendapat, diperlukan sinergitas antara pemerintah, peternak, serta pihak-pihak terkait dalam mengantisipasi meluasnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.

"Diperlukan sinergitas berbagai pihak dan langkah yang cepat, taktis, serta tepat dalam penanganan wabah PMK sehingga tidak menyebar," katanya saat menjadi pembicara pada dialog terbuka "Sinergi Hadapi Penyakit Mulut dan Kuku" di Semarang, Rabu.

Selain itu, sinergitas penting guna menjaga masyarakat supaya tidak panik dalam menghadapi terjadinya wabah PMK dengan memberi pemahaman kepada peternak.

Dirinya menilai langkah untuk menutup sementara pasar hewan bisa menjadi langkah yang tepat dan vaksinasi terhadap ternak terutama sapi juga perlu segera dilakukan.

Baca Juga

"Pasar hewan ditutup dulu, ternak yang terduga sakit berat diisolasi, serta menutup jalur distribusi ternak dulu, meskipun saya akui banyak jalur-jalur ternak yang tidak terkawal oleh pos lalu lintas ternak," ujarnya.

Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Turhadi Noerachman mengungkapkan, pihaknya langsung bergerak dengan adanya surat edaran untuk bagaimana meminimalisir risiko penyebaran PMK.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung Pemprov Jateng menahan penyebaran wabah PMK di provinsi dan kabupaten/kota, lanjut dia, melakukan sinergi pendampingan seperti cek wilayah perbatasan, pendampingan terhadap para petani peternak.

"Kami yakinkan dengan memberi disinfektan kandang dan pemberian suplemen kepada ternak agar ternak bisa disembuhkan. Selain itu perlu adanya penyampaian informasi ke masyarakat bahwa PMK ini tidak menular ke manusia," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Agus Wariyanto menegaskan penanganan jangka panjang wabah PMK adalah melakukan vaksinasi massal agar ternak tidak terjangkit lagi.

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian akan menggelar vaksinasi PMK pada akhir Agustus 2022.

"Vaksin bulan Juni merupakan vaksin darurat menjelang Idul Adha, sedangkan vaksinasi massal diproduksi pada Agustus. Vaksin massal sudah aman karena itu bersifat permanen," ujarnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Polres Jember Lakukan Penyekatan Lalu Lintas Ternak Cegah PMK

DKI Belum Berencana Bentuk Satgas PMK untuk Awasi Hewan Ternak

Wabah PMK, Wagub Jateng Jelaskan Kondisi Hewan Kurban yang Sah

Pemkab Temanggung Tutup Sementara Pasar Hewan pada 9-22 Juni 2022

Bupati Semarang Usulkan Status KLB, Dinkes: Penetapan KLB PMK Ada Kriteria Tertentu

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark