Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Khofifah Tuntut ASN Lebih Kreatif dan Inovatif

Kamis 09 Jun 2022 07:22 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pengarahan dan Pembekalan serta Penyerahan SK ASN Baru Tahun Anggaran 2021 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/6/2022).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pengarahan dan Pembekalan serta Penyerahan SK ASN Baru Tahun Anggaran 2021 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/6/2022).

Foto: Antara/Moch Asim
Karakter unggul dibutuhkan oleh jajaran Pemprov Jatim dalam proses pembangunan Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, jumlah formasi yang terisi dari seleksi atau rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2021 di Jatim berjumlah 10.992 orang. Rincian 1.335 orang CPNS, 51 orang STAN, satu orang STTD Kemenhub, 501 orang PPPK non guru, dan 9.104 orang PPPK guru. Surat Keputusan (SK) pun telah diserahkan kepada para CPNS maupun PPPK.

 

Khofifah berpesan kepara ribuan CPNS dan PPPK tersebut untuk terus memaksimalkan potensi dan kinerja yang dimiliki baik sisi kreativitas maupun inovasi untuk mendukung proses pembangunan yang ada di Jatim. Khofifah mengatakan, kehadiran para CPNS dan PPPK ini tentunya menjadi semangat baru bagi Pemprov Jatim. Ia optimistis para ASN tersebut mampu memberikan energi positif, produktif, inovatif, dan kreativitas.

Baca Juga

"Karakter-karakter unggul itulah yang dibutuhkan oleh jajaran Pemprov Jatim dalam proses pembangunan Jatim," ujarnya, Kamis (9/6/2022).

Khofifah kembali mengingatkan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam mendukung kinerja ASN di lingkup Pemprov Jatim. Contohnya, kata dia, bagaimana membangun jaringan yang kuat di antara semua abdi negara dan seluruh OPD. 

"Mari bersama-sama memacu semangat kinerja, potensi dan mendorong seluruh produktivitas yang bisa terus kita maksimalkan,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, untuk menghadapi era digitalisasi saat ini, keterampilan umum yang harus dimiliki oleh ASN di era normal baru terbagi menjadi empat kelompok. Pertama ialah keterampilan di bidang informasi, media, dan teknologi. Artinya, ASN dituntut memiliki keahlian literasi media, literasi visual, literasi multikultural, termasuk kesadaran global dan literasi teknologi.

Kedua ialah keterampilan hidup dan karir, yang terdiri dari kepemimpinan, tanggung jawab, nilai etika, dan moral, serta produktivitas dan akuntabilitas. Ketiga ialah learning and innovation skills, yakni ASN dituntut memiliki kemampuan penyelesaian masalah kompleks yang meliputi kreativitas dalam memecahkan masalah.

“Dan yang keempat yakni keterampilan komunikasi efektif. Maksudnya, ASN harus memiliki kemampuan bekerja sama dalam tim atau teamwork, tanggung jawab personal dan sosial, serta komunikasi interaktif,” kata Khofifah.

Khofifah juga berpesan kepada para guru PPPK untuk dapat mengenali dan mendorong potensi yang dimiliki oleh anak didiknya. Salah satunya dengan mendorong vokasi siswa SMK sehingga tidak hanya jadi penguat ekonomi bagi dirinya sendiri, tapi juga keluarganya dan teman-temannya.

“Bagaimana guru dan pimpinan bisa menemukenali potensi yang dimiliki stafnya atau siswanya. Mungkin butuh dorongan dan motivasi. Jangan mudah menghakimi seseorang dia tidak pintar dan sebagainya, terutama kepada murid. Tolong dijaga kalimat para guru kepada para muridnya,” ujarnya.

Pj Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi selaku ketua Panitia Seleksi Daerah rekrutmen Pegawai ASN Pemprov Jatim Formasi Tahun 2021 mengatakan, proses rekrutmen dimulai sejak pengumuman pendaftaran pada 29 Mei 2021. Menurutnya, pada proses seleksi atau rekrutmen ASN tahun 2021 ini jumlah formasi yang dibutuhkan sebanyak 12.088 orang. Dari jumlah tersebut, formasi yang terisi sebanyak 10.992 orang.

“Terdapat formasi kosong atau tidak terisi sejumlah 1.096 orang yang merupakan formasi dari PPPK guru. Hal ini dikarenakan sampai dengan hari ini belum ada informasi lebih lanjut apakah akan dilaksanakan seleksi untuk PPPK guru tahap tiga atau tidak. Untuk jumlah pendaftar PPPK non Guru 1.024 orang," kata dia.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile