Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Epidemiolog Minta Pemerintah Bangun Literasi Publik Soal Perilaku Hidup Sehat

Kamis 09 Jun 2022 17:56 WIB

Red: Andri Saubani

Warga beraktivitas di area kampung tematik dengan tema kesehatan di RT 01 RW 08 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta, Ahad (13/12). Kampung tematik tersebut dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan dan mural imbauan menjaga kesehatan sebagi upaya menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Warga beraktivitas di area kampung tematik dengan tema kesehatan di RT 01 RW 08 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta, Ahad (13/12). Kampung tematik tersebut dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan dan mural imbauan menjaga kesehatan sebagi upaya menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Saat status pandemi dicabut, pemerintah sudah siap dengan perilaku hidup sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman meminta Pemerintah Indonesia untuk terus membangun literasi publik soal perilaku hidup sehat seiring masih adanya kasus Covid-19 di dalam negeri. Kasus Covid-19 di Indonesia saat ini kembali mengalami kenaikan.

 

"Literasi publik tetap harus dibangun sehingga pada saat pandemi dicabut masyarakat sudah siap dengan perilaku kesehatan yang jauh lebih baik," ujar Dicky ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga

Menurut dia, perilaku itu penting mengingat Covid-19 yang menjadi sifatnya endemik atau akan tetap ada di berbagai wilayah di duniakarena sulit mengeradikasi Covid-19. "Ini membuat penyakit untuk benar-benar hilang menjadi sulit. Kita harus targetkan sebagai situasi Covid-19 yang terkendali," ucapnya.

Dicky mengingatkan saat ini dunia masih menghadapi berbagai ancaman, baik Covid-19 maupun dari kerentanan dunia akibat perubahan iklim. Ia mengatakan, penerapan perubahan perilaku kesehatan itu salah satunya dapat dilihat dari masyarakat yang tahu kapan dan di mana harus memakai masker.

Menurut dia, Indonesia memiliki modal yang cukup dalam pengendalian Covid-19 karena vaksinasinya sudah cukup tinggi. "Artinya potensi kematian atau masuk rumah sakit karena gejala berat menjadi lebih kecil," ucapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta semua pihak untuk terus mengencangkan penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah terjadinya pandemi baru baik dalam skala nasional maupun global.

"Covid-19 telah membawa kita kepada darurat kebencanaan. Namun hikmahnya dapat kita sesuaikan untuk mengubah perilaku dalam waktu singkat. Perlu menjadi perhatian bahwa ancaman adanya pandemi baru adalah hal yang tidak bisa terelakkan," kata Wiku.

Wiku mengatakan bahwa baik Indonesia maupun negara lainnya di dunia terus berusaha dan bekerja keras menurunkan kasus positif Covid-19 melalui berbagai upaya yang salah satunya adalah melalui protokol kesehatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile