Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ukraina Laporkan 24 Kematian Anak di Mariupol

Sabtu 11 Jun 2022 07:37 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Asap mengepul dari Metallurgical Combine Azovstal di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, timur di Mariupol, Ukraina, Kamis, 5 Mei 2022. Kantor kejaksaan Ukraina mencatat tambahan 24 kematian anak di Mariupol, Sabtu (11/6/2022).

Asap mengepul dari Metallurgical Combine Azovstal di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, timur di Mariupol, Ukraina, Kamis, 5 Mei 2022. Kantor kejaksaan Ukraina mencatat tambahan 24 kematian anak di Mariupol, Sabtu (11/6/2022).

Foto: AP Photo
Total, 287 anak telah tewas sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Kantor kejaksaan Ukraina mencatat tambahan 24 kematian anak di Mariupol, Sabtu (11/6/2022). Wilayah tersebut merupakan pelabuhan tenggara Ukraina yang dikepung selama berminggu-minggu sebelum pasukan Rusia merebutnya pada pertengahan Mei.

 

Secara total, kantor tersebut mengatakan bahwa setidaknya 287 anak telah tewas sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari. Lebih dari 492 telah terluka.

Baca Juga

"Selama pencatatan tindak pidana, diketahui bahwa 24 anak lagi tewas di Mariupol, wilayah Donetsk, sebagai akibat dari penembakan membabi buta oleh militer Rusia," kata kantor tersebut di aplikasi pesan Telegram.

"Angka-angka ini belum final, karena pekerjaan sedang dilakukan untuk menempatkan mereka di tempat-tempat permusuhan aktif, di wilayah yang diduduki dan dibebaskan sementara," katanya menambahkan.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Wali kota Mariupol mengatakan wabah kolera terjadi di kota itu karena sistem sanitasi rusak dan mayat-mayat membusuk di jalan-jalan.

Rusia telah membantah menargetkan warga sipil dan telah menolak tuduhan kejahatan perang dalam apa yang disebutnya operasi militer khusus yang ditujukan untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Kiev dan sekutunya mengatakan Ukraina diserbu tanpa provokasi.

Awal Juni, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa lebih dari 250 anak telah terbunuh sejak perang dimulai dan lima juta masih berisiko mengalami kekerasan dan pelecehan.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile