Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Presiden Komisi Eropa Kunjungi Ukraina Bahas Keanggotaan Uni Eropa

Sabtu 11 Jun 2022 13:27 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Reiny Dwinanda

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. Pada Sabtu (11/6/2022), von der Leyen berkunjung ke Ukraina untuk membahas pencalonan Ukraina menjadi anggota Uni Eropa dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. Pada Sabtu (11/6/2022), von der Leyen berkunjung ke Ukraina untuk membahas pencalonan Ukraina menjadi anggota Uni Eropa dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

Foto: AP/Michal Dyjuk
Pencalonan Ukraina menjadi anggota Uni Eropa sedang dibahas.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen melakukan kunjungan ke Ukraina pada Sabtu (11/6/2022). Dia hendak mendiskusikan tentang pencalonan Ukraina menjadi anggota Uni Eropa.

 

"Dengan Presiden (Ukraina Volodymyr) Zelensky, saya akan mempertimbangkan pekerjaan bersama yang diperlukan untuk rekonstruksi (Ukraina) serta kemajuan yang dibuat oleh Ukraina di jalur Eropa-nya," kata von der Leyen lewat akun Twitter pribadinya.

Baca Juga

Pada April lalu, Zelensky telah secara resmi menyerahkan kuesioner lengkap tentang keanggotaan di Uni Eropa kepada Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Ukraina Matti Maasikas. Kala itu, Zelensky mengatakan, Ukraina bisa memperoleh status kandidat dalam beberapa pekan mendatang. 

"Hari ini adalah salah satu tahapan bagi negara kami untuk bergabung dengan Uni Eropa, aspirasi yang diusahakan dan diperjuangkan rakyat kami," kata Zelensky pada 18 April lalu.

Zelensky yakin, Ukraina akan mendapatkan dukungan dan menjadi kandidat untuk aksesi. "Setelah itu, berikutnya, tahap final akan dimulai. Kami yakin prosedur ini bakal berlangsung dalam beberapa pekan mendatang dan itu akan positif bagi sejarah rakyat kami, mengingat harga yang harus dibayar di jalan menuju kemerdekaan serta demokrasi," ucapnya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile