Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dokter: Pelonggaran Lockdown Buka Pintu Bagi Penyebaran Cacar Monyet di Inggris

Sabtu 11 Jun 2022 14:45 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Sebuah papan petunjuk arah ke pusat tes Covid-19 terpasang di Bandara Heathrow di London, Inggris, 31 Juli 2021. Seorang dokter menduga pelonggaran lockdown dan kembali dibukanya perbatasan internasional mungkin telah membuka pintu untuk penularan infeksi baru, dalam hal ini cacar monyet.

Sebuah papan petunjuk arah ke pusat tes Covid-19 terpasang di Bandara Heathrow di London, Inggris, 31 Juli 2021. Seorang dokter menduga pelonggaran lockdown dan kembali dibukanya perbatasan internasional mungkin telah membuka pintu untuk penularan infeksi baru, dalam hal ini cacar monyet.

Foto: EPA
Pembukaan pembatasan internasional ibarat buka pintu untuk penularan infeksi baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Per 8 Juni 2022, ada lebih dari 300 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di Inggris. Wabah pertama kali dikonfirmasi pada Mei ketika seorang penumpang melakukan perjalanan dari Afrika dan membawa virus.

Setelah itu, cacar monyet mulai menyebar terutama menyerang pria muda homoseksual. Terkait peningkatan kasus cacar monyet ini, ahli menduga ada keterkaitan dengan Covid-19.

Baca Juga

Dokter dari layanan dokter online ZAVA UK, dr Babak Ashrafi, mengatakan bahwa pelonggaran lockdown dan kembali dibukanya perbatasan internasional mungkin telah membuka pintu untuk penularan infeksi baru. Namun, ini bukan berarti Inggris harus menutup perbatasan lagi. Sebab, tidak seperti Covid-19, monkeypox dinilai tidak terlalu cepat menular.

"Tidak seperti Covid-19, cacar monyet ditularkan melalui kontak fisik dengan luka, koreng, atau cairan tubuh orang yang terinfeksi. Sejauh ini, tingkat infeksi tetap terkendali, dengan kasus hanya ditularkan di dalam rumah tangga atau melalui jenis kontak dekat lainnya seperti hubungan seksual," kata dr Ashrafi, seperti dilansir laman Express.co.uk, Sabtu (11/6/2022).

Hal itu membuat risiko terinfeksi penyakit yang disebabkan virus monkeypox itu menjadi rendah, terutama bagi mereka yang tidak pernah kontak dengan pasien yang terinfeksi. Selain itu, orang jauh lebih kecil kemungkinannya meninggal karena cacar monyet daripada Covid-19.

Namun demikian, dr Ashrafi memiliki saran bagi mereka yang khawatir akan terinfeksi. Bagi kelompok yang tak terlalu berisiko, kemungkinan gejalanya akan sangat ringan, dan infeksi akan berlangsung hanya beberapa pekan dan bisa sembuh bahkan tanpa pengobatan.

"Namun, itu bisa menjadi kondisi parah, jadi tetap penting untuk melindungi diri dari faktor risiko, terutama jika Anda pernah ke negara di mana cacar monyet lebih umum atau jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah karena infeksi dapat menyebabkan penyakit komplikasi yang lebih parah," jelas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile