Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

16 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Omicron BA.4 dan BA.5 Sudah Masuk Jakarta Sejak 15 Mei 

Ahad 12 Jun 2022 10:49 WIB

Rep: Febryan. A / Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Subvarian virus corona Omicron BA.4 dan BA.5 ternyata sudah masuk ke wilayah DKI Jakarta sejak 15 Mei 2022.

Ilustrasi. Subvarian virus corona Omicron BA.4 dan BA.5 ternyata sudah masuk ke wilayah DKI Jakarta sejak 15 Mei 2022.

Foto: Pixabay
Meski hampir sebulan, belum ditemukan lonjakan kasus Covid-19 Omicron BA.4 dan BA.5.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Subvarian virus corona Omicron BA.4 dan BA.5 ternyata sudah masuk ke wilayah DKI Jakarta sejak 15 Mei 2022. Meski sudah hampir sebulan berselang, belum ditemukan lonjakan kasus dengan subvarian tersebut. 

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, Andani Eka Putra, mengatakan, sejauh ini sudah ada empat kasus positif BA.4 dan BA.5 di DKI Jakarta. Kasus pertama adalah positif BA.5 dari sampel pasien yang masuk pada 15 Mei. 

Baca Juga

Kasus kedua dan ketiga merupakan positif BA.5 dari sampel pasien pada tanggal 24 Mei. Kasus keempat adalah positif BA.4 dari sampel pasien pada 2 Juni. 

"Jadi, BA.4 dan BA.5 sudah ditemukan di Jakarta sejak 15 Mei, walaupun baru dilaporkan pada 6 Juni karena hasil (uji WGS) baru keluar tanggal segitu," kata Andani dalam sebuah seminar daring, Ahad (12/6/2022). 

Menurut Andani, peningkatan kasus positif Covid-19 di Jakarta dalam beberapa hari terakhir tak ada korelasinya dengan penemuan kasus BA.4 dan BA.5 ini . Sebab, saat BA.5 ditemukan sejak 15 Mei, seharusnya terjadi lonjakan kasus dengan subvarian tersebut. Nyatanya, hingga 2 Juni hanya ditemukan dua kasus baru dengan subvarian BA.5. 

"Berdasarkan data awal WGS tadi, ternyata tidak ada kaitan peningkatan kasus dengan varian BA.5 dan BA.4. Masih dominan subvarian Omicron BA.2," ujar kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand itu. 

Kendati demikian, kata Andani, pernyataannya itu baru sebatas hipotesis awal. Untuk memastikannya, ia perlu melihat hasil tes WGS dalam kurun waktu satu hingga dua pekan ke depan. 

"Kami masih melakukan analisis sebaran BA.4 dan BA.5 dengan strategi WGS masif selama satu hingga dua pekan ke depan," ujarnya. 

Secara nasional, telah ditemukan delapan kasus BA.4 dan BA.5. Rinciannya, empat kasus di DKI, dan empat kasus lainnya di Bali. 

Empat kasus di Bali terkonfirmasi pada 6 Juni. Satu kasus merupakan BA.4 yang menginfeksi WNI. Tiga kasus lainnya adalah positif BA.5 menginfeksi pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei. 

BA.4 dan BA.5 merupakan subvarian dari virus Corona varian Omicron. Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan mengatakan, BA.4 dan BA.5 ini lebih menular dibanding subvarian Omicron lainnya, karena memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imun tubuh (escape immunity). 

Kendati demikian, pasien yang terinfeksi dua subvarian ini cenderung mengalami gejala ringan, sama halnya dengan gejala akibat subvarian Omicron pendahulunya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile