Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

 

9 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Muncul Omicron BA.4 dan BA.5, Kemenkes: Jangan Panik Tetap Waspada

Senin 13 Jun 2022 22:27 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati  / Red: Bayu Hermawan

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Foto: Pixabay
Kemenkes minta masyarakat tak panik dengan adanya subvarian Omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara mengenai subvarian omicron BA.4 dan BA.5 yang memasuki Indonesia. Kemenkes mengatakan, Covid-19 memang terus bermutasi, termasuk BA.4 serta BA.5.

 

"Virus ini terus bermutasi, dari Alfa, Beta, sampai Omicron. Jadi, kita terbiasa dengan mutasi ini dan sekarang masuk subvarian BA.4 dan BA.5, kemudian masih ada sebagian Omicron," ujar Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril saat mengisi konferensi virtual, Senin (13/6/2022).

Baca Juga

Syahril melanjutkan, kabar baiknya walaupun BA.4 dan BA.5 penularannya lebih cepat, lebih banyak,  ternyata tingkat keparahannya lebih rendah. Artinya, dia menambahkan, gejala orang yang terinfeksi akan ringan atau tak ada gejala. Karena gejalanya lebih ringan, Syahril mengaku pihaknya mendapatkan laporan dari negara lain bahwa belum ada yang masuk rumah sakit dan belum ada yang meninggal dunia. 

"Beberapa negara melaporkan itu," ucapnya.

Kabar baik lainnya, dia melanjutkan, kasus Covid-19 dengan subvarian baru di 23 negara tidak terlalu signifikan seperti saat di awal Omicron maupun delta. Jadi, Syahril meminta masyarakat tak panik melainkan waspada. Ia menjelaskan, Indonesia saat ini masih ada di pandemi terkontrol. Artinya naik turun kasus Covid-19 adalah hal yang wajar. 

"Jadi, nanti kalau ada kenaikan kasus Covid-19, yang penting tidak terjadi lonjakan yang membuat kewalahan," ujarnya.

Lebih lanjut pihaknya meminta masyarakat tidak perlu cemas berlebihan karena pemerintah terus mengevaluasi kasus baru Covid-19. Tak hanya itu, dia melanjutkan, kasus kematian, hospitalisasi, hingga positivity rate juga dipantau. 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile