Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kemenkes: 12 Kasus Subvarian Omicron BA.5 dari Jawa Barat

Selasa 14 Jun 2022 12:36 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril melaporkan sebanyak 12 kasus subvarian Omicron BA.5 berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Ilustrasi. Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril melaporkan sebanyak 12 kasus subvarian Omicron BA.5 berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Foto: Pixabay
Masyarakat perlu mewaspadai ancaman dua mutasi virus yang sudah masuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril melaporkan sebanyak 12 kasus subvarian Omicron BA.5 berasal dari Provinsi Jawa Barat. Sedangkan kasus BA.5 lainnya dilaporkan dari Provinsi DKI Jakarta dan Bali masing-masing sebanyak tiga kasus.

 

"Sampai hari ini, ada 20 subvarian Omicron yang terdiri atas dua kasus BA.4 dan 18 kasus BA.5," kata Mohammad Syahril yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (14/6/2022) sore.

Baca Juga

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, penting bagi masyarakat untuk mewaspadai ancaman dua mutasi virus yang sudah masuk Indonesia per 6 Juni 2022 itu. "Secara epidemiologi, varian BA.4 sudah diidentifikasi di 61 negara melalui 7.524 sikuens yang telah dilaporkan melalui Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID)," katanya saat menyampaikan keterangan pers virtual terkait perkembangan pengendalian pandemi nasional yang diikuti dari YouTube BNPB hari ini.

Sekuens BA.4 paling banyak teridentifikasi di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Denmark dan Israel. Sedangkan untuk varian BA.5 sudah diidentifikasi di 65 negara melalui 10.442 sikuens yang telah dilaporkan melalui GSAID.

"Sekuens paling banyak teridentifikasi di Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Inggris dan Afrika Selatan," katanya.

Wiku mengatakan, transmisibilitas atau kemampuan transmisi dari varian tersebut memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dengan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibanding varian Omicron lainnya.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile