Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

9 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemkab Bantul: Perlu Langkah Nasional Tangani Kasus PMK Hewan Ternak

Selasa 14 Jun 2022 22:05 WIB

Red: Hiru Muhammad

Kementerian Pertanian memulai vaksinasi massal pada ternak untuk pencegahan PMK di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/6/2022).

Kementerian Pertanian memulai vaksinasi massal pada ternak untuk pencegahan PMK di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/6/2022).

Foto: Dok Humas Kementan
Sejak 1990 Indonesia bebas PMK sehingga vaksin ternak tidak diproduksi lagi

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan ada langkah secara nasional yang menjadi upaya bersama di daerah dalam penanganan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak yang kini kasusnya sudah menyebar di seluruh Indonesia."Karena PMK ini menjadi pandemi dan bersifat nasional, kita terus melakukan koordinasi dengan Kementan, supaya dilakukan satu 'treatment' nasional yang seragam," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai kunjungan lapangan ke kandang sapi di Desa Segoroyoso, Bantul, Selasa (14/6/2022).

Menurut dia, saat ini virus yang menyerang mulut dan kuku pada ternak utamanya sapi ini telah ditemukan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bantul, yang tercatat sebanyak 973 ekor ternak tersebar di 13 kecamatan yang terjangkit PMK."Ini terus kita pahami bagaimana PMK ini awalnya bisa masuk di Indonesia, bagaimana treatmentnya ini para ahli sedang berfikir keras, dan tentu saja pemkab dengan keterbatasan sudah melakukan langkah-langkah dengan melibatkan dokter hewan," katanya.

Baca Juga

Seluruh pusat kesehatan hewan (puskeswan) di Bantul sudah diinstruksikan untuk bekerja, dokter hewan dikerahkan melakukan treatment seperti suntik antibiotik, antipiretik dan suntik vitamin dengan harapan bisa menurunkan intensitas pandemi PMK."Karena dokter-dokter hewan ini orang-orang yang 'well educated' di bidang ternak ini, ya sudah ilmu mereka yang kita andalkan untuk mengatasi PMK ini, sehingga dokter hewan lulusan UGM, Unair (Universitas Airlangga) sudah bekerja keras," katanya.

Bupati juga mengharapkan, dimunculkannya vaksin untuk ternak, dikarenakan sejak tahun 1990, Indonesia bebas PMK, sehingga industri vaksin tidak memproduksi karena ada pertimbangan secara ekonomi."Jadi, kalau tidak ada PMK ya, tidak diproduksi, tapi tiba-tiba ini terjadi pandemi secara mendadak yang tidak diduga sebelumnya, sehingga saat ini industri yang ada di Jawa Timur baru memproduksi vaksin anti PMK," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile