Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menyebut Nama Pujaan Hati Saat Laksanakan Sholat 5 Waktu, Bolehkah? 

Rabu 15 Jun 2022 09:36 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam, Muhyiddin      / Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi sholat fardhu. Sholat fardhu pada hakikatnya harus dilakukan dengan khusyu

Ilustrasi sholat fardhu. Sholat fardhu pada hakikatnya harus dilakukan dengan khusyu

Foto: ANTARA/Rahmad
Sholat fardhu pada hakikatnya harus dilakukan dengan khusyu

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO–Rasa cinta ke lawan jenis membuat banyak orang melakukan beragam upaya untuk mendapat pujaan hati. Tapi tentunya jalan terbaik adalah meminta pertolongan kepada Allah SWT, agar diberi jodoh hingga agar dilunakkan hati orang yang dicinta.  

Tidak sedikit Muslim yang sampai menyebut nama pujaan hati di doa-doa mereka, bahkan disebut saat sujud ketika sholat, meminta dijodohkan. Lantas bagaimana hukum Islam terkait penyebutan nama seseorang saat sholat ini? Menyebutnya saat berdoa setelah sholat? Bolehkah berdoa menyebut nama pujaan hati saat sholat fardhu?  

Baca Juga

Mantan penasehat Mufti Mesir dan anggota Lembaga Fatwa Dar Al-Ifta Mesir, Syekh Majdy Ashour, menyebut para ulama berbeda pendapat terkait penyebutan nama seseorang atau pujaan hati saat sholat. Para ulama menjelaskan, tujuan sholat adalah untuk pujian, mengingat dan mengagungkan Allah SWT sehingga kebanyakan ulama tidak menyebut nama orang di dalamnya, terutama saat sholat wajib. 

Ada ulama yang membolehkan untuk menyebutkan nama seseorang dalam sholat tahajud, tetapi tidak saat sholat fardhu, tetapi pengucapan nama tersebut hanya boleh dalam hati.  

"Dan kami katakan bahwa rahmat Allah SWT itu luas, dan keluar dari perselisihan itu lebih baik. Adalah mungkin bagi seseorang untuk sholat dua rakaat untuk memenuhi hajat (keinginan)," katanya dilansir dari Elbalad, Selasa (14/6/2022). 

"Kemudian setelah selesai, dia berdoa kepada Allah SWT dan mengucap “Oh, Tuhan, saya ingin menikahi si fulan, putri si fulan untuk si anu, atau dia mengatakan segala sesuatu dalam dirinya," tambahnya.  

Dia menekankan bahwa lebih baik meminta hal seperti ini selepas sholat dengan melakukan sholat hajat terlebih dahulu. 

Keutamaan sholat khusyu

Sholat khusyu  memiliki banyak keutamaan. Dalam buku berjudul "Tematik Al-Qur’an tentang Fiqih dan Ibadah”, Abd Rahman Ghazaly setidaknya menjelaskan tiga keutamaan sholat khusyuk. 

Pertama, orang yang sholat khusyu dapat memperoleh kebahagiaan (keberuntungan) di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman:  

قَدۡ اَفۡلَحَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَۙ الَّذِيۡنَ هُمۡ فِىۡ صَلَاتِهِمۡ خَاشِعُوۡنَ "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyu k dalam sholatnya." (QS Al Muminun ayat 1-2). 

Kedua, sholat khusyu juga dapat memberi ketenangan dalam hati, dan tidak gelisah apabila mendapat musibah (cobaan) hidup. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًاۙ وَّاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًاۙ اِلَّا الْمُصَلِّيْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ دَاۤىِٕمُوْنَۖ

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat, mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya." (QS Al Maarij ayat 19-23). 

Ketiga, sholat khusyu juga dapat menghapus dosa-dosa kecil, selama orang yang sholat itu tidak melakukan dosa besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

من صلى ركعتين لا يحدث فيهما نفسه، غفر له ما تقدم من ذنبه "Barang siapa sholat dua rakaat, di dalamnya dia tidak berbicara sedikit pun dengan hatinya tentang urusan-urusan keduniaan, niscaya diampuni dosa-dosanya yang lalu." (HR Ibn Abi Sya'ban).  Dalam hadits lain, Nabi juga bersabda: 

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ...مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ "Sholat-sholat fardhu menghapus dosa-dosa kecil yang dikerjakan di antara waktu-waktu itu, selama tidak ada dosa-dosa besar yang dikerjakannya." (HR Ahmad, Muslim, Tirmizi).  

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile