Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

14 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ganjar Dukung Upaya NU Ajarkan Antiradikalisme dan Toleransi

Rabu 15 Jun 2022 13:45 WIB

Red: Agung Sasongko

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meresmikan gedung SMAN Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (15/6).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meresmikan gedung SMAN Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (15/6).

Foto: dok. istimewa
Selama ini NU sudah memberikan contoh bagaimana beragama yang baik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung upaya Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengajarkan antiradikalisme dan toleransi sejak dini atau madrasah diniah.

"Sebenarnya cita-cita utamanya bagaimana anak-anak mulai dari madin itu sudah diajarkan Aswaja. Jadi, itu benar-benar dilaksanakan dengan harapan kelak kemudian hari nilai-nilai keagamaan yang akan diamalkan itu sesuai dengan yang dikembangkan oleh NU," kata Ganjar saat menghadiri acara peluncuran Madin NU se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren PDF Walindo Pekalongan, Rabu (15/6/2022).

Baca Juga

Menurut Ganjar, selama ini NU sudah memberikan contoh bagaimana beragama yang baik dan para sesepuh nahdiyin telah menunjukkan rasa toleransi, rasa kemanusiaan yang tinggi, dan selalu mendamaikan.

"Para sesepuh itu selalu adem dalam bersikap, ya, bertindak dan berbicara. Itu adem semuanya, inilah yang kemudian generasi mudanya harus disiapkan untuk itu," ujar mantan anggota DPR RI.

Salah satu caranya, lanjut Ganjar, dengan meluncurkan Madin NU se-Jateng dengan harapan sejak di bangku madin, anak-anak sudah diajarkan dengan nilai-nilai Aswaja.

Ganjar justru berharaptidak hanya di madinsebab ajaran Aswaja bisa dilakukan di setiap jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga seterusnya.

"Kalau itu bisa, tidak ada lagi yang berkelahi pada urusan-urusan yang selama ini muncul di media sosial, seolah-olah bangsa ini menjadi terbelah-belah, padahal ada tantangan masa depan yang makin kompleks. Anak-anak harus disiapkan dengan modal nilai-nilai tersebut," katanya.

Orang nomor satu di Jateng itu mendukung penuhdan akan menjalin kerja sama antara NU dan Pemprov Jateng untuk mengembangkan ajaran antiradikalisme ke level-level pendidikan yang lebih tinggi lagi.

"Jadi, ilmu pengetahuannya bagus, agamanya bagus, kepribadiannya bagus sehingga mereka siap menghadapi Indonesia pada masa depan. Tentu kami akan dukung penuh," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile