Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Nasdem Bantah Kedatangan Surya Paloh ke Istana Lobi-Lobi Soal Reshuffle

Rabu 15 Jun 2022 14:24 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem - Ahmad M. Ali

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem - Ahmad M. Ali

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Menteri-menteri dari Partai Nasdem masih dipercaya karena berprestasi. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satu hari sebelum reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyambangi Presiden Joko Widodo  (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta. Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, M Ahmad Ali, membantah kedatangan tersebut bagian dari lobi-lobi yang dilakukan Surya agar menteri dari partainya tidak ada yang direshuffle. 

"Itu nggak mungkin. kita dapat jatah kabinet itu kan engga hanya sekarang, itu sudah terjadi ketika pilpres 2014 dan 2019 kemarin, itu hal yang sangat berbeda," kata Ahmad di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Baca Juga

Ahmad memastikan Partai Nasdem tidak pernah mentransaksionalkan posisi menteri kepada Presiden Jokowi. Ia juga menegaskan Partai Nasdem tidak akan mengubah arah koalisi jika ada menteri dari Partai Nasdem yang direshuffle.

"Kita sangat menghindari dan itu dipraktikan oleh Nasdem bukan hanya soal jabatan yang eksternal tapi dalam praktik politik internal dalam proses pengusungan caleg kepala daerah kami menjauhi hal-hal transaksional," ujarnya.

Ahmad menyebut partainya tidak khawatir dengan adanya reshuffle kabinet sejak isu tersebut bergulir. Menurutnya, tidak adanya menteri dari Partai Nasdem yang direshuffle membuktikan bahwa menteri-menteri dari Partai Nasdem masih dipercaya karena berprestasi. 

"Apa yang mau didealkan, Nasdem dari kemarin tiga kursi tetap tiga kursi. kalau beda halnya nasdem dapat lima kursi itu yang patut kita pertanyakan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile