Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Forum G20 Jadi Momen Persempit Kesenjangan Digital

Kamis 16 Jun 2022 23:11 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebut kesenjangan juga terjadi dalam penggunaan internet di kota dan desa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebut kesenjangan juga terjadi dalam penggunaan internet di kota dan desa.

Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Sri Mulyani sebut kesenjangan juga terjadi dalam penggunaan internet di kota dan desa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesenjangan dalam mengkases internet masih menjadi permasalahan dunia hingga saat ini. Forum G20 menjadi sangat penting untuk mencari solusi di dalam rangka mempersempit kesenjangan digital agar tidak menjadi lebih buruk dan menciptakan ketimpangan yang semakin parah.

 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, populasi penduduk dunia yang memiliki akses internet tumbuh menjadi 63 persen pada tahun 2021. Namun demikian, masih terdapat 37 persen populasi sisanya yang masih belum memiliki akses internet.

Sebanyak 96 persen berada di negara berkembang, khususnya perempuan yang menjadi minoritas secara digital di banyak negara. Jadi kesenjangan tidak hanya terjadi antarnegara yaitu antara negara kaya, negara berpenghasilan menengah, dan negara berpenghasilan rendah.

"Tetapi juga di negara-negara dengan pengguna internet di perkotaan lebih tinggi dua kali daripada di pedesaan,” kata Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari laman resmi pemerintah, infopublik.id dalam rilisnya, Jumat (17/6/2022).

Menkeu menambahkan, G20 perlu mengembangkan sumber pembiayaan yang blended dan inovatif antara skema pembiayaan publik dan swasta, serta mempererat koordinasi dan kerjasama antara sektor publik dan swasta.

"Kita juga perlu memastikan lingkungan domestik yang mendukung dan kerangka keuangan untuk menarik investasi. Kami telah melihat investor memilih proyek yang didasarkan pada kerangka hukum dan peraturan yang menciptakan lebih banyak kepastian, kemudian membantu mereka membuat keputusan untuk berinvestasi di negara-negara tersebut,” ujar dia.

Menurut Menkeu, penyediaan akses dan keterampilan untuk memanfaatkan internet dapat membantu banyak hal. Di antaranya memudahkan pencari kerja untuk melamar pekerjaan dan pengusaha mencari pekerja, menciptakan keuntungan produktivitas, membantu pelaku usaha khususnya industri kecil dan menengah dalam memperluas jangkauan pemasaran dengan fasilitas e-commerce, peningkatan pelayanan akses kesehatan dan pendidikan, serta peningkatan inklusi keuangan digital.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile