Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Meminta Hujan pada Bintang-Bintang, Ini Pandangan Imam Syafii

Jumat 17 Jun 2022 22:10 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Langit malam berbintang/ilustrasi. Meminta Hujan pada Bintang-Bintang, Ini Pandangan Imam Syafii

Langit malam berbintang/ilustrasi. Meminta Hujan pada Bintang-Bintang, Ini Pandangan Imam Syafii

Foto: Pixabay
Meminta diturunkannya hujan dilakukan melalui sholat istisqa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meminta diturunkannya hujan dapat dilakukan dengan memohon kepada Allah SWT melalui sholat istisqa. Namun, bagaimana hukumnya jika meminta hujan pada bintang-bintang? 

Imam Syafii dalam kitab Al-Umm menyebutkan sebuah hadits dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud dari Zaid bin Khalid Al-Juhni, dia berkata, "Suatu ketika Rasulullah SAW melakukan sholat subuh bersama kami di Hudaibiyah dengan bekas hujan di langit malam. Ketika aku beranjak, beliau menghadap kepada orang-orang lalu bersabda, "Apakah kalian mengetahui apa yang Tuhan kalian firmankan?". 

Baca Juga

Orang-orang menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu,". Kemudian beliau bersabda, "Dia berfirman, 'Ada sebagian dari hamba-hamba-Ku yang di pagi hari beriman kepada-Ku dan kafir. Adapun orang yang berkata 'Kami mendapat hujan karena anugerah Allah dan rahmat-Nya', maka dia itulah yang beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang-bintang. Adapun orang yang berkata 'Kami mendapat hujan karena bintang anu dan anu', maka dia itulah yang kafir terhadapku dan beriman kepada bintang-bintang,".

Imam Syafii menjelaskan, Rasulullah SAW adalah orang Arab yang luas wawasan bahasanya. Sehingga sabda beliau itu mungkin memiliki berbagai makna.

Karena bintang merujuk pada waktu dan waktu adalah makhluk yang sedikit pun tidak memiliki dirinya sendiri ataupun yang lain. Ia tidak mampu menurunkan hujan dan tidak mampu melakukan apapun. 

Adapun orang yang berkata, "Kami mendapat hujan pada bintang anu dengan pengertian 'kami mendapat hujan pada waktu anu', maka itu sama seperti orang yang berkata, "kami mendapat hujan pada bulan anu". Menurut Imam Syafii, hal itu sama sekali bukan kekufuran. Imam Syafii hanya menghukumi bahwa meminta hujan dengan bintang-bintang hukumnya makruh. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile