Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wamenag: Simbol Agama Jangan Dijadikan Bahan Olokan

Jumat 17 Jun 2022 20:51 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

 Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa

Foto: istimewa
Kebebasan menyampaikan pendapat sampaikan dengan santun.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa'adi, meminta kepada siapapun untuk tidak menjadikan simbol agama sebagai bahan olokan atau guyonan. Karena hal tersebut dapat melukai perasaan umat beragama yang bersangkutan.

 

"Apapun alasannya tindakan tersebut tidak etis dan tidak dibenarkan oleh agama dan peraturan perundang-undangan. Perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan SARA," kata Kiai Zainut kepada Republika, Jumat (17/6/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan, kebebasan menyampaikan pendapat, bentuknya kritik maupun saran hendaknya dilakukan dengan cara yang santun, bijak dan menghormati etika. Kebebasan menyampaikan pendapat tidak dengan cara yang sarkasme dan melanggar norma susila, hukum serta agama.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak dan hati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan cepat memposting atau menyebarkan berita, baik berita yang berupa foto, video, meme atau konten narasi yang mengandung ujaran kebencian, fitnah dan SARA," ujar Wamenag.

Terhadap postingan meme stupa Borobudur mirip Presiden Jokowi, Wamenag menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mendalami masalah tersebut dan mengusut semua pihak yang terlibat. Untuk selanjutnya diproses hukum sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

"Saya mengajak kepada para tokoh dan elit masyarakat untuk membangun budaya politik santun yang dilandasi nilai-nilai luhur, akhlak mulia dan berkeadaban. Berperilaku proporsional dan tidak berlebihan dalam menyampaikan pendapat maupun kritik, sehingga tidak menimbulkan polemik dan kegaduhan," ujar Wamenag.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile