Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Amerika Serikat Angkat Bicara Kecam Penghinaan Nabi Muhammad SAW di India

Sabtu 18 Jun 2022 06:54 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah

Muslim India memegang plakat menuntut penangkapan Nupur Sharma, juru bicara partai nasionalis Hindu yang memerintah saat mereka bereaksi terhadap referensi menghina Islam dan Nabi Muhammad yang dibuat olehnya selama protes di Ahmedabad, India, Jumat, 10 Juni 2022. Di sedikitnya lima negara Arab telah mengajukan protes resmi terhadap India, dan Pakistan dan Afghanistan juga bereaksi keras pada Senin atas komentar yang dibuat oleh dua juru bicara terkemuka dari Partai Bharatiya Janata pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Muslim India memegang plakat menuntut penangkapan Nupur Sharma, juru bicara partai nasionalis Hindu yang memerintah saat mereka bereaksi terhadap referensi menghina Islam dan Nabi Muhammad yang dibuat olehnya selama protes di Ahmedabad, India, Jumat, 10 Juni 2022. Di sedikitnya lima negara Arab telah mengajukan protes resmi terhadap India, dan Pakistan dan Afghanistan juga bereaksi keras pada Senin atas komentar yang dibuat oleh dua juru bicara terkemuka dari Partai Bharatiya Janata pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Foto: AP/Ajit Solanki
Penghinaan Nabi Muhammad oleh elite BJP India bentuk Islamofobia tak berkesudahan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON–Amerika Serikat (AS) mengutuk pernyataan pejabat dari partai nasionalis Hindu yang berkuasa di India, BJP tentang Nabi Muhammad SAW. Pernyataan itu dinilai ofensif dan memicu kegemparan di negara-negara Muslim.

 

 "Kami mengutuk komentar ofensif yang dibuat oleh dua pejabat BJP dan kami senang melihat partai secara terbuka mengutuk komentar itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan dilansir dari The New Arab, Kamis (16/6/2022).

Baca Juga

"Kami secara teratur terlibat dengan pemerintah India di tingkat senior tentang masalah hak asasi manusia termasuk kebebasan beragama atau berkeyakinan dan kami mendorong India untuk mempromosikan penghormatan terhadap hak asasi manusia," tambahnya.

Nupur Sharma, juru bicara Partai Bharatiya Janata yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi, pada 26 Mei membuat pernyataan di televisi tentang istri termuda nabi Islam yang telah memicu demonstrasi di seluruh dunia Islam. 

Pernyataan itu memicu protes diplomatik tidak hanya dari saingannya Pakistan tetapi juga di negara-negara Arab kaya yang biasanya menikmati hubungan dekat dengan India.

Di Bangladesh, pengunjuk rasa menuntut kecaman resmi dari Perdana Menteri Sheikh Hasina, sekutu dekat India. 

Dalam mode pengendalian kerusakan, BJP menangguhkan Sharma serta Naveen Kumar Jindal, tokoh lain di partai yang dituduh men-tweet tentang Nabi Muhammad SAW. 

Amerika Serikat sejak akhir 1990-an telah berusaha untuk memperdalam hubungan dengan India, percaya bahwa dua negara demokrasi terbesar di dunia itu memiliki kepentingan yang sama, terutama dalam menghadapi kebangkitan China. 

Amerika Serikat, bagaimanapun, telah beberapa kali dengan hati-hati menyuarakan keprihatinan tentang hak asasi manusia di India ketika Modi menghadapi tuduhan mengejar kebijakan yang menargetkan minoritas Muslim.   

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile