Sabtu 18 Jun 2022 17:00 WIB

SMRC: Pemilih Nasdem Memilih Ganjar dan Anies

Aspirasi yang dikembangkan DPW sejalan dengan aspirasi pemilih Nasdem.

Rep: Mimi Kartika/ Red: Teguh Firmansyah
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyampaikan pidato dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). Pada penutupan Rakernas Partai Nasdem tersebut Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengumumkan 3 nama bakal calon presiden hasil dari hasil Rakernas yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo   Prayogi/Republika
Foto: Prayogi/Republika.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyampaikan pidato dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). Pada penutupan Rakernas Partai Nasdem tersebut Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengumumkan 3 nama bakal calon presiden hasil dari hasil Rakernas yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, mengatakan, massa pemilih Partai Nasdem menyatakan akan memilih calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Dari 9,1 persen responden yang mengaku memilih Partai Nasdem pada Pemilu 2019, 41 persen di antaranya akan memilih Ganjar, 31 persen lainnya memilih Anies, 12 persen memilih Prabowo, dan 16 persen tidak menjawab.

"Nasdem ini cukup hampir merata, cuma paling tinggi di sini memang Ganjar, yang kedua Anies," ujar Saiful dalam bedah politik yang disiarkan akun Youtube SMRC TV,  Sabtu (18/6/2022).

Angka tersebut berdasarkan hasil survei nasional SMRC pada Mei 2022. Menurut Saiful, angka ini pun cukup koheren dengan opini yang dibangun elite Partai Nasdem, yang kemungkinan juga berdasarkan sejumlah hasil survei nasional.

Dia menuturkan, secara umum, aspirasi yang dikembangkan DPW Partai Nasdem cukup konsisten dengan pemilih Nasdem. Walaupun urutan perolehan dukungannya berbeda, menurut dia, dua besar yang didukung oleh elit dan massa pemilih Partai Nasdem cukup konsisten

"Secara umum, aspirasi yang dikembangkan oleh DPW Nasdem cukup konsisten dengan pemilih Nasdem sendiri. "Artinya Nasdem mendengarkan apa kata pemilih mereka sendiri," kata Saiful.

Hal yang menarik ialah diusungnya Ganjar yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Saiful menilai, Partai Nasdem memang cukup terbuka dengan nama-nama kandidat capres yang berkembang di masyarakat.

Tokoh utama Partai Nasdem sendiri, sampai saat ini, tidak menyatakan ingin mencalonkan diri sebagai capres. "Nasdem mungkin bisa mengeklaim, silakan Nasdem digunakan sebagai kendaraan untuk menyampaikan aspirasi dan kepentingan politik masyarakat secara luas,” kata Saiful.

Dalam tiga survei terakhir yang dilakukan SMRC, dukungan pada Prabowo dari massa pemilih Nasdem sempat cukup besar, yakni sebesar 57 persen pada Desember 2021. Namun, dalam lima bulan terakhir pada survei Mei 2022, mengalami penurunan signifikan menjadi 12 persen.

Sementara, pada periode yang sama, suara untuk Ganjar mengalami peningkatan dari 22 persen menjadi 41 persen. Demikian pula suara untuk Anies, dari 10 persen menjadi 31 persen.

Survei ini juga melihat kecenderungan partai-partai lain terhadap tiga nama tokoh terpopuler. Mayoritas massa pemilih PDIP (58 persen) akan memilih Ganjar, umumnya pemilih Partai Gerindra (62 persen) memilih Prabowo Subianto, dan sebagian besar pendukung Partai Keadilan Sejahtera (59 persen) akan memilih Anies.

Menurut Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta itu, dukungan mayoritas massa pemilih PDIP ke Ganjar dan massa Gerindra ke Prabowo wajar karena keduanya memang berasal dari partai-partai tersebut. Sedangkan, dukungan massa PKS ke Anies, walaupun bukan kader, mungkin karena kesamaan nilai.

Penjelasan lain adalah karena partai ini menjadi pengusung Anies dalam Pilkada DKI Jakarta. "Sudah punya record politik. Jadi wajar jika mayoritas pemilih PKS memilih Anies," tutur Saiful.

Survei tersebut dilakukan pada 10-17 Mei 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) sebanyak 1.220 responden. Response rate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1.060 atau 87 persen, yang kemudian dianalisis. Margin of error survei kurang lebih 3,07 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

 

.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement