Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

 

1 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ulama Masjidil Haram Minta Penghina Nabi Muhammad Ditindak Hukum

Senin 20 Jun 2022 06:12 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Massa membawa poster saat berunjuk rasa menentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh politisi India Nupur Sharma di Kedubes India, Jakarta, Jumat (17/6/2022). Massa yang tergabung dalam Aksi 1706 Bela Nabi Muhammad tersebut meminta agar Pemerintah Indonesia memutukan hubungan diplomatik dengan India serta mengecam berbagai tidak kekerasan terhadap umat muslim di India. Ulama Masjidil Haram Minta Penghina Nabi Muhammad Ditindak Hukum

Massa membawa poster saat berunjuk rasa menentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh politisi India Nupur Sharma di Kedubes India, Jakarta, Jumat (17/6/2022). Massa yang tergabung dalam Aksi 1706 Bela Nabi Muhammad tersebut meminta agar Pemerintah Indonesia memutukan hubungan diplomatik dengan India serta mengecam berbagai tidak kekerasan terhadap umat muslim di India. Ulama Masjidil Haram Minta Penghina Nabi Muhammad Ditindak Hukum

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Negara dan organisasi internasional diminta mengecam penghinaan Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Ulama Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi Abdullah Awad Al Juhany dalam khutbah jumatnya di Masjidil Haram meminta negara-negara di dunia dan organisasi internasional mengecam penghinaan terhadap para nabi dan rasul. Ia juga menekankan penghinaan terhadap para nabi dan rasul adalah pelecehan harus ditangani dengan hukum.

 

 

Baca Juga

"Upaya kriminal untuk menyinggung Rasul SAW dan Ibu dari orang-orang beriman Aisyah tidak akan membahayakan agama Islam,” ujar Al Juhany, dilansir dari Gulf Today, Senin (20/6/2022).

 

Namun demikian, dia mengatakan dukungan terbesar bagi Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyebarkan kebajikannya, mempublikasikan biografinya, dan menyiarkan nilai-nilai dan ajaran Islam. Selama beberapa hari terakhir, pernyataan-pernyataan yang menyinggung Nabi Muhammad SAW menimbulkan kecaman luas di seluruh dunia, baik di tingkat resmi maupun populer. 

Dalam pernyataannya, juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric pada 6 Juni mendesak penghormatan dan toleransi semua agama. Di UEA, Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (MoFAIC) menegaskan penolakan tegas UEA terhadap semua praktik dan perilaku yang bertentangan dengan nilai dan prinsip moral dan kemanusiaan. 

 

Kementerian menggarisbawahi perlunya menghormati simbol-simbol agama dan tidak melanggarnya, serta menghadapi ujaran kebencian dan kekerasan. Kementerian juga mencatat pentingnya memperkuat tanggung jawab internasional bersama untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi manusia sambil mencegah praktik apa pun yang akan mengobarkan sentimen pemeluk agama yang berbeda.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile