Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kemenag: Hindari Bermain Isu SARA dalam Promosi Produk

Jumat 24 Jun 2022 13:00 WIB

Red: Christiyaningsih

Sekretaris Ditjen Bimas Islam (Sesditjen) Kemenag M. Fuad Nasar mengajak masyarakat untuk menghnidari promosi produknya dengan hal-hal berbau SARA .

Sekretaris Ditjen Bimas Islam (Sesditjen) Kemenag M. Fuad Nasar mengajak masyarakat untuk menghnidari promosi produknya dengan hal-hal berbau SARA .

Foto: Kemenag
Kemenag ingatkan batas etik dan hindari SARA saat mempromosikan produk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat untuk menghnidari promosi produknya dengan hal-hal berbau SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan). Hal itu disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam (Sesditjen) Kemenag M. Fuad Nasar.

“Penting memahami batas-batas etik dalam marketing communication di dunia bisnis. Siapa pun, dalam hal apa pun, agar menghindari bermain dengan isu SARA karena reaksi publik yang ditimbulkan sudah dapat diduga sebelumnya,” kata Fuad di Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga

Fuad mengatakan dari sudut komunikasi bisnis belum tentu ketika promosi suatu produk menjadi isu kontroversial akan berdampak positif. Justru, kata dia, hal tersebut kontraproduktif dan merugikan reputasi suatu perusahaan. “Letakkan sesuatu pada tempatnya,” tegasnya.

Menurut Fuad, sebuah produk makanan dan minuman non-halal sudah dimaklumi oleh publik sesuai keyakinan agama yang dianut khususnya umat Muslim. “Maka tidak elok kalau diaduk-aduk. Misalnya dihubungkan dengan nama atau identitas suatu agama dan suku yang sampai kapan pun tidak akan pernah menghalalkannya. Lalu buat apa meng-endorse yang semacam itu?” katanya.

Sebelumnya, jagat maya Tanah Air sempat diramaikan oleh unggahan Holywings yang mempromosikan minuman alkohol gratis bagi orang-orang bernama Muhammad dan Maria. Unggahan tersebut langsung ramai karena dianggap melecehkan nama dua orang suci dalam dua agama yakni Islam dan Kristen.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile