Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

16 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Uniknya Tradisi Mengantar Naik Haji di Waiheru Dalam

Sabtu 25 Jun 2022 03:20 WIB

Red: Agung Sasongko

Jamaah haji maluku (ilustrasi)

Jamaah haji maluku (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Rahmad
Keunikan tradisi mengantar naik haji di Waiheru Dalam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan deras pada Kamis pagi di akhir bulan Juni tidak menyurutkan antusias warga Waiheru Dalam, Kota Ambon, untuk mengantar sanak saudara mereka yang akan berangkat ke asrama haji. Dengan melagukan shalawat yang diiringi rentak bunyi rebana, mereka terlihat bersukaria menampilkan "hadrat".

Hadrat atau hadrah adalah tradisi muslim di Maluku, yaitu secara bersama-sama melantunkan shalawat, zikir, dan doa. Tradisi ini mirip seperti yang dilakukan umat muslim di Pakistan, Iran, Arab dan Turki, yang secara harfiah berarti "penampilan".

Baca Juga

Namun, di Maluku kerap kali ditemukan tradisi hadrat memadukan budaya setempat seperti menampilkan tari Lenso (sapu tangan).Apa yang dilakukan warga Waiheru Dalam merupakan bagian dari tradisi hadrat, yang dilakukan untuk mengantar Jamaah Calon Haji (JCH) berangkat ke tanah suci.

Selain para orang tua, banyak juga anak-anak remaja turut melagukan shalawat dengan iringan alat musik rebana.Hujan yang lumayan deras itu pun tidak mereka hiraukan lagi. Hampir seluruh warga Waiheru Dalam terlihat berbondong-bondong sambil memayungi para jamaah dimulai dari masjid hingga ke asrama haji, sambil berjalan kaki.

"Ini sudah jadi tradisi kami masyarakat Waiheru Dalam. Sudah sejak dulu juga setiap ada jamaah calon haji yang mau berangkat, kami antar dengan hadrat seperti ini. Selain itu, ini juga bentuk dari merawat budaya Islam ya," kata Imam Waiheru Dalam, Musa kepada ANTARA.

Musa menjelaskan, prosesi mengantar JCH ini merupakan tradisi Waiheru Dalam untuk mendoakan agar selamat di tanah suci dan bisa pulang lagi sebagai "haji mabrur"."Ini juga adalah cara kita mendoakan mereka sebagai orang yang akan menuju tanah suci di Mekah dan Madinah. Selain itu kami juga menitip doa baik untuk didoakan di sana," ujar Musa.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile