Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jokowi Jadi Tamu di KTT G7, Pidato Soal Isu Pangan

Ahad 26 Jun 2022 07:03 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Dwi Murdaningsih

Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo.

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
KTT G7 di Jerman turut mengundang beberapa mitra termasuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri KTT G7 atas undangan Jerman sebagai Ketua G7 tahun ini. Jokowi akan berpidato untuk salah satu isu yang menjadi perhatian dunia yakni isu pangan.

 

Isu pangan, energi dan keuangan akhir-akhir ini menjadi pembicaraan dunia karena berkelindan dengan dampak dari Covid-19 hingga perang. "Meskipun perang terjadi di Ukraina, namun dampaknya dirasakan oleh seluruh dunia. Kita semua paham posisi Ukraina dan Rusia dalam rantai pasok pangan dan energi global," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi belum lama ini.

Baca Juga

Prioritas utama pejabat Barat menuju KTT adalah menemukan cara untuk membawa panen gandum besar Ukraina ke pasar dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga lain mengingatkan tentang puluhan juta orang yang kelaparan karena pasokan yang terbatas.

Perubahan yang paling berdampak akan membutuhkan kesepakatan dari Rusia untuk berhenti menargetkan infrastruktur pangan dan pangan serta menyetujui pembentukan koridor laut untuk memungkinkan ekspor biji-bijian dari Ukraina.

Diundangnya negara-negara mitra G7 seperti Indonesia, India, Afrika Selatan, Senegal, dan Argentina pada beberapa sesi di KTT dinilai sangat perlu mengingat isu yang dibahas merupakan isu global. KTT ini pun menawarkan forum sehingga mereka dapat bekerja pada solusi dengan negara-negara tersebut.

KTT ini pun akan menjelaskan kepada dunia bahwa perang Rusia di Ukraina bukan hanya sebagai konflik regional. Namun demikian pertemuan puncak ini memberi negara-negara G7 kesempatan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa perang memiliki konsekuensi global yang akan berdampak pada mereka juga.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile