Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

 

19 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Boris Johnson: Harga yang Harus Ditanggung Barat Kalau Rusia Menang Sangat Tinggi

Ahad 26 Jun 2022 12:32 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengingatkan konsekuensi yang dihadapi Barat jika Rusia lanjutkan program penaklukkan terhadap Ukraina akan lebih besar daripada konsekuensi biaya yang ditanggung karena mendukung Ukraina.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengingatkan konsekuensi yang dihadapi Barat jika Rusia lanjutkan program penaklukkan terhadap Ukraina akan lebih besar daripada konsekuensi biaya yang ditanggung karena mendukung Ukraina.

Foto: AP/Matt Dunham
Boris Johnson serukan agar Barat perlu mempertahankan persatuan dalam bela Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, SCHLOSS ELMAU -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengingatkan para pemimpin dunia bahwa mereka tidak hanya harus menyadari bahwa biaya yang harus ditanggung untuk mendukung Ukraina akan sangat besar. Konsekuensi yang harus ditanggung termasuk lonjakan biaya energi dan makanan.

 

Di samping itu, menurut Johnson, mereka juga harus memahami bahwa harga yang dibayar dengan membiarkan Rusia menang akan jauh lebih tinggi. Berbicara pada awal KTT Kelompok Tujuh pada Ahad (26/6/2022), Johnson menegaskan bahwa Barat perlu mempertahankan persatuannya dalam menghadapi agresi Moskow di Ukraina.

Baca Juga

"Untuk melindungi persatuan itu, untuk membuatnya berhasil, Anda harus melakukan diskusi yang benar-benar jujur tentang implikasi dari apa yang terjadi, tekanan yang dirasakan oleh teman dan pasangan individu," katanya kepada wartawan.

"Tetapi harga bila menyerah, harga untuk membiarkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin meraih kemenangan, untuk menduduki sebagian besar Ukraina, untuk melanjutkan program penaklukan, maka harga itu akan jauh, jauh lebih tinggi. Semua orang di sini pasti menyadari itu."

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile