Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Biden Puji Kepemimpinan Scholz dalam Merespons Krisis Ukraina

Ahad 26 Jun 2022 13:52 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Kanselir Jerman Olaf Scholz (kiri) dan Presiden AS Joe Biden berpose saat pertemuan KTT G7 di Elmau Castle di Kruen, Jerman, 26 Juni 2022. Dalam kesempatan itu, Biden memuji kepemimpinan Scholz dalam merespons invasi Rusia ke Ukraina.

Kanselir Jerman Olaf Scholz (kiri) dan Presiden AS Joe Biden berpose saat pertemuan KTT G7 di Elmau Castle di Kruen, Jerman, 26 Juni 2022. Dalam kesempatan itu, Biden memuji kepemimpinan Scholz dalam merespons invasi Rusia ke Ukraina.

Foto: EPA-EFE/CHRISTIAN BRUNA
Kepemimpinan Scholz dinilai sangat penting dalam menyusun respons Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, SCHLOSS ELMAU -- Presiden Amerika Serikat Joe Biden berterima kasih kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz atas kepemimpinannya dalam menanggapi krisis Ukraina. Keduanya bertemu untuk KTT G7 yang diselenggarakan di sebuah resor pegunungan Bavaria pada Ahad (26/6/2022).

 

"Saya ingin memuji Anda karena melangkah seperti yang Anda lakukan ketika Anda menjadi Kanselir," kata Biden kepada Scholz.

Baca Juga

Biden mengatakan kepada Scholz bahwa kepemimpinannya sangat penting dalam menyusun respons Eropa terhadap invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina. "Putin telah mengandalkannya sejak awal bahwa entah bagaimana NATO dan G7 akan terpecah, tetapi kita belum melakukannya dan itu tidak akan terjadi," ujar Biden.

Scholz mendapat kecaman di dalam negeri karena diduga ragu-ragu mengenai jenis senjata apa yang harus dikirim negara terkaya Eropa itu kepada Kiev, selama berperang melawan pasukan Rusia di wilayah timur. Namun, Scholz selalu menolak kritik ini.

"Ini adalah pesan bagus bahwa kita semua berhasil tetap bersatu, yang jelas tidak pernah diharapkan Putin," kata Scholz.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile