Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Akademisi: Ibadah Qurban Momentum Tingkatkan Kepekaan Sosial

Senin 27 Jun 2022 11:45 WIB

Red: Agung Sasongko

Hewan kurban (ilustrasi)

Hewan kurban (ilustrasi)

Foto: PCIM Malaysia
Ibadah qurban menekankan aspek kepedulian serta kepekaan sosial dan perkuat ukhuwah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akademisi dari Universitas YARSI Firman Arifandi, M.S mengatakan ibadah kurban merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial serta memperkuat ukhuwah antarumat.

"Qurban merupakan ibadah yang sifatnya lebih kepada arah interaksi sosial antarmanusia. Ibadah qurban menekankan aspek kepedulian serta kepekaan sosial dan memperkuat ukhuwah antarumat," katanya ketika dihubungi di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Dosen agama di Fakultas Kedokteran Universitas YARSIitu mengatakan ibadah qurban jika dikaitkan dengan kondisi pandemi COVID-19 juga memiliki makna yang positif sesuai prinsip agama, yang mengajarkan untuk senantiasa menjaga diri, selalu hidup rukun dan aman, senantiasa menjaga pola hidup sehat, beribadah dan bekerja sesuai porsi agar semua lini kehidupan berjalan dengan baik.

Baca juga : Pedagang Hewan Qurban di Tangsel Mengaku Deg-degan Soal Stok

"Pandemi juga menguji semua pihak untuk benar-benar bisa berlapang dada membantu sesama. Karena banyak saudara-saudara kita yang terdampak. Maka akan sangat berarti rasanya, jika ada warga yang masih dikaruniai rezeki rela berbagi dengan mereka yang sedang merasakan kesusahan ini," katanya.

Ia menambahkan bahwa Idul Adha dan juga ibadah qurban merupakan momentum yang tepat untuk evaluasi diri sekaligus saling memaafkan dalam berinteraksi sosial baik dengan tetangga, saudara, dan pihak lainnya.Menurut dia, optimisme menghadapi pandemi ini bisa dilakukan bersama dengan meneguhkan ukhuwah islamiyah, menyingkirkan rasa egois dan juga mengingatkan untuk saling menjaga diri dengan pola hidup sehat.

"Selain itu, jika di tahun ini belum mampu menyembelih hewan qurban, maka setidaknya tetap berbuat baik dengan tidak menyembelih hak orang lain, jika di tahun ini belum bisa tawaf mengelilingi Ka'bah, setidaknya jangan berhenti silaturahmi untuk mempererat ukhuwah. Jika belum sempat wuquf di Arafah, maka setidaknya jangan pernah berhenti munajat di atas sajadah," katanya.

Baca juga : Stok Hewan Qurban di Tangsel Diklaim Aman, Distribusi Masih Tetap Berjalan

Di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di sejumlah wilayah di Tanah Air, kata dia, maka masyarakat juga perlu untuk memastikan telah memilih hewan qurban yang sehat."Memang sudah seharusnya kaum Muslimin yang hendak berqurban sudah memilih hewan yang sehat demi menghindari mudarat berkelanjutan," katanya.

Ia menyatakan wabah PMK sejatinya sama dengan kondisi saat masyarakat menghadapi pandemi COVID-19 yakni perlu tetap waspada namun jangan panik dan ketakutan berlebih."Perlu waspada namun jangan panik, terlebih saat ini pemerintah juga terus bergerak cepat menangani wabah PMK ini," demikianFirman Arifandi.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile