Senin 27 Jun 2022 19:18 WIB

Positivity Rate Covid-19 di DKI Jakarta Naik, Satgas IDI: Sinyal Penularan Sedang Tinggi

Positivity rate Covid-19 di DKI Jakarta 12,9 persen dalam kurun waktu 25 Mei-25 Juni..

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Andri Saubani
...
Foto: Dok pribadi
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Prof Zubairi Djoerban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, positivity rate Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 12,9 persen dalam kurun waktu 25 Mei 2022 - 25 Juni 2022. Angka ini meningkat hampir tujuh kali lipat dibandingkan sebulan sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata positivity rate Covid-19 DKI Jakarta bahkan berada di angka 11,7 persen. Berbeda dengan sepekan sebelumnya, rata-rata positivity rate Covid-19 di provinsi ini sebesar 7,5 persen.

Baca Juga

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban mengatakan, dengan terus naiknya positivity rate ini menjadi alarm penularan yang sedang tinggi. Ia pun mengingatkan agar kembali disiplin menggunakan masker.

"Positivity rate terus naik! Hal ini menjadi sinyal bahwa penularan sedang tinggi dan saya berharap kenaikan ini tidak menjadi tren, serta keterisian rumah sakit tidak penuh lagi," kata Zubairi dalam keterangannya, Senin (27/6/2022).

Pemerintah melaporkan data penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia pada Senin (27/6/2022) sebanyak 1.445 kasus baru. Dengan tambahan kasus itu, jumlah total kasus Covid-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga Senin (27/6/2022) menjadi 6.081.896 kasus.

Berdasarkan data yang sama, ada penambahan 1.637 kasus sembuh Covid-19. Sehingga total kasus sembuh kini 5.910.855.Sementara untuk kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 9. Dengan demikian, total orang meninggal dunia menjadi 156.726 jiwa.

Untuk kasus aktif Covid-19 di Indonesia pada Senin ini tercatat ada sebanyak 14.315 kasus. Adapun, jumlah masyarakat yang telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama yaitu 201.379.547 orang (96,69 persen), dosis kedua 168.860.843 orang (81,08 persen), dan dosis ketiga atau booster sebanyak 50.132.890 orang (24,07 persen).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement