Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

AS akan Perpanjang Penempatan Pasukan di Polandia

Selasa 28 Jun 2022 01:11 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana mengumumkan perpanjangan penempatan pasukan AS di Polandia dan perubahan pengerahan pasukan AS di sejumlah negara-negara Baltik yang ia putuskan sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana mengumumkan perpanjangan penempatan pasukan AS di Polandia dan perubahan pengerahan pasukan AS di sejumlah negara-negara Baltik yang ia putuskan sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Foto: AP/Lukas Barth/Reuters pool
Penempatan di Polandia dapat menempatkan pasukan baru untuk lebih permanen.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana mengumumkan perpanjangan penempatan pasukan AS di Polandia dan perubahan pengerahan pasukan AS di sejumlah negara-negara Baltik yang ia putuskan sebelum invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini dilaporkan stasiun televisi NBC, Senin (27/6/2022).

 

Perubahan itu akan berdampak pada jejak pasukan AS di negara-negara seperti Lithuania, Latvia dan Estonia. NBC melaporkan perpanjangan penempatan pasukan AS di sana dapat menugaskan pasukan baru di kawasan itu untuk lebih permanen.

Baca Juga

Pejabat yang dikutip NBC mengatakan jumlah pasukan akan minimal. Tapi beberapa ratus yang tetap berada di Polandia dapat menjadi lebih permanen.

Laporan ini disampaikan saat Biden bertemu dengan negara-negara anggota G7. Kelompok negara kaya itu akan menyepakati paket sanksi baru untuk menekan Rusia terkait perang di Ukraina, kata seorang pejabat tinggi AS .

Pejabat tersebut mengatakan G7 itu juga akan menuntaskan rencana untuk menetapkan pembatasan terhadap harga minyak Rusia. Pengumuman itu muncul di tengah kabar Rusia untuk pertama kalinya dalam beberapa dasawarsa tampaknya akan gagal memenuhi jadwal pembayaran utang.

Pengumuman itu juga beredar ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berpidato pada pertemuan para pemimpin negara-negara G7 di sebuah daerah wisata pegunungan Alpen di Jerman selatan.

"Tujuan ganda para pemimpin G7 diarahkan pada pendapatan (Presiden Rusia Vladimir) Putin, terutama melalui energi, juga untuk meminimalkan limpahan serta dampaknya pada negara-negara ekonomi G7 dan seluruh dunia," kata pejabat AS itu di sela pertemuan puncak G7. 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile