Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Vaksinasi PMK di Tasikmalaya Terkendala Cuaca

Selasa 28 Jun 2022 12:01 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bilal Ramadhan

Petugas melakukan vaksinasi PMK kepada hewan ternak di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/6/2022). Pelaksanaan Vaksinasi PMK di Kabupaten Tasikmalaya Terkendala Cuaca

Petugas melakukan vaksinasi PMK kepada hewan ternak di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/6/2022). Pelaksanaan Vaksinasi PMK di Kabupaten Tasikmalaya Terkendala Cuaca

Foto: Dinas Pertanian Pangan Perikanan Kab Tasikmal
Pelaksanaan vaksinasi PMK di Kabupaten Tasikmalaya terkendala cuaca.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya telah menerima 5.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk diberikan kepada hewan ternak. Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Tasikmalaya telah dilakukan sejak Senin (27/6/2022).

 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Heri Kusdiana, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di daerahnya telah dilakukan dalam dua hari terakhir. Namun, pelaksanaan vaksinasi kepada hewan ternak sejauh ini terkendala cuaca hujan.

Baca Juga

"Kami diberikan target waktu tiga hari oleh provinsi untuk menyelesaikan vaksinasi ini. Harapannya bisa terselesaikan, tapi kami kemarin terkendala cuaca," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Selasa (28/6/2022).

Menurut dia, mayoritas sentra sapi di Kabupaten Tasikmalaya berada di wilayah pelosok, seperti Kecamatan Pancatengah dan Cikatomas. Cuaca hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat petugas di lapangan kesulitan mengakses medan yang berat.

"Jadi rekan-rekan di lapangan kesulitan karena posisi ternak kebanyakan di pelosok. Jadi dengan kondisi hujan, hanya sedikit ternak yang bisa divaksin," kata dia.

Heri menyebutkan, dari 5.000 dosis vaksin yang tersedia, baru 437 dosis yang disuntikkan kepada hewan ternak pada hari pertama pelaksanaan vaksinasi, Senin. Sementara data per Selasa belum sempat dilaporkan lantaran petugas masih berada di lapangan.

Ia berharap pelaksanaan vaksinasi 5.000 dosis dapat diselesaikan pada Rabu (29/6/2022). Dengan begitu, pihaknya dapat segera mengajukan kembali vaksin untuk tambahan. Sebab, jumlah vaksin yang diterima saat ini belum sesuai kebutuhan jika dibandingkan dengan populasi ternak di Kabupaten Tasikmalaya.

Untuk sementara, vaksin yang tersedia diprioritaskan untuk wilayah yang menjadi sentra ternak, seperti Kecamatan Cikatomas, Cikalong, Salopa, Jatiwaras, Karangnunggal, Cibalong, Parungponteng, dan Pagerageung.

"Prioritas itu sapi potong untuk pembibitan. Artinya sapi itu untuk dipelihara, bukan ternak yang akan dikurbankan. Kedua adalah sapi perah," kata Heri.

Terkait kasus PMK, total terdapat 273 ekor ternak yang sakit PMK di Kabupaten Tasikmalaya. Sebanyak 242 ekor suspek dan 31 ekor positif PMK. Seluruh hewan ternak yang sakit di Kabupaten Tasikmalaya merupakan hewan ternak besar. Dari total 273 ekor yang sakit, sebanyak 21 ekor dipotong bersyarat dan 95 ekor telah dinyatakan sembuh.

Berdasarkan wilayah penyebarannya, Kecamatan Singaparna, Manonjaya, dan Pancatengah, menjadi zona merah PMK. Sementara wilayah zona kuning yaitu Kecamatan Kadipaten, Pagerageung, Sukaresik, Rajapolah, Sukaratu, Sariwangi, Leuwisari, Salawu, Sukarame, Sukaraja, Parungponteng, Bantarkalong, Karangnunggal, Cikatomas, Cikalong, Salopa, dan Gunungtanjung.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile