Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Covid-19 Kembali Tembus di Angka 2.167

Selasa 28 Jun 2022 12:05 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Indira Rezkisari

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR. Pada Selasa (28/6/2022), penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia melebihi 2.000 kasus.

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR. Pada Selasa (28/6/2022), penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia melebihi 2.000 kasus.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Positivity rate Covid-19 sudah lebih dari 10 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melaporkan data penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia pada Selasa (28/6/2022) sebanyak 2.167 kasus baru. Dengan tambahan kasus itu, jumlah total kasus Covid-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini menjadi 6.084.063 kasus.

 

Berdasarkan data yang sama, ada penambahan 1.170 kasus sembuh Covid-19. Sehingga total kasus sembuh kini sebanyak 5.912.025 orang.

Baca Juga

Sementara untuk kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 3. Dengan demikian, total orang meninggal dunia menjadi 156.728 jiwa. Untuk kasus aktif Covid-19 di Indonesia pada Senin ini tercatat ada sebanyak 15.310 kasus.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban berharap kenaikan kasus Covid-19 tidak mengakibatkan peningkatan yang berkelanjutan di Indonesia. "Tembus 2.167 kasus per hari ini (28/6/2022). Kasus aktif 15.310. Jumlah pasien di Wisma Atlet sebanyak 110 pasien. Positivity rate lebih dari 10 persen. Mari berharap kenaikan kasus Covid-19 ini tidak mengakibatkan peningkatan yang berkelanjutan di Indonesia, termasuk kasus aktif," kata Zubairi dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022).

Sebelumnya, Zubairi juga terus mengingatkan, risiko penularan Covid-19 di Indonesia saat ini sudah sampai pada level tinggi. Kondisi tersebut berbahaya bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, juga orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Untuk itu, Profesor Zubairi mengingatkan masyarakat tetap lakukan pencegahan infeksi secara disiplin. "Tetap prokes dan jaga sistem kesehatan, agar tak terbebani," pesannya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile