Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PDPI: Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Tetap Penting Cegah Kasus Covid-19 Naik

Selasa 28 Jun 2022 13:30 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Covid-19 (ilustrasi). Subvarian omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia sekitar awal Juni 2022.

Covid-19 (ilustrasi). Subvarian omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia sekitar awal Juni 2022.

Foto: www.pixabay.com
Di tengah penyebaran subvarian son of omicron, kasus Covid-19 kembali naik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan bahwa disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan faktor penting sebagai upaya pencegahan kenaikan kasus Covid-19. Keduanya dinilai penting untuk dilakukan seiring penyebaran subvarian omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia.

"Ayo kita kembali memakai masker di ruang terbuka, mari kita bantu pemerintah untuk meningkatkan vaksinasi booster (penguat)," ujar Ketua Kelompok Kerja Infeksi PDPI Dr dr Erlina Burhan SpP(K) dalam webinar bertema "Update on Management of Covid-19" di Jakarta, Selasa (27/6/2022).

Baca Juga

Dr Erlina mengingatkan bahwa puncak gelombang Covid-19 subvarian omicron BA.4 dan BA.5 berpotensi terjadi dalam waktu dekat seiring cepatnya transmisi dari sub varian itu.J ika melihat pola yang terjadi di Afrika Selatan dan sejumlah negara yang mengalami kenaikan kasus akibat subvarian omicron itu, dr Erlina mengatakan, puncak kasus dari subvarian omicron itu terjadi setelah 30 hari ditemukan.

photo
Penyebaran omicron BA.4 dan BA.5. - (Republika)

Dr Erlina mengatakan subvarian omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia sekitar awal Juni 2022. Pada pertengahan Juni terlihat kasus Covid-19 mulai meningkat, bahkan sempat menyentuh ke angka 2.000 kasus pada 24 Juni lalu.

"Kecepatan pertumbuhan atau berkembangbiaknya dari varian ini (BA.4 dan BA.5) sangat cepat, transmisinya juga cepat dan mampu menghindari perlindungan dari sistem imun," papar dr Erlina.

 

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile