Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Milad Ke-50, DMI Diharapkan Maksimalkan Fungsi Masjid   

Selasa 28 Jun 2022 21:00 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Milad ke-50, DMI Diharapkan Maksimalkan Fungsi Masjid. Foto:  Logo DMI

Milad ke-50, DMI Diharapkan Maksimalkan Fungsi Masjid. Foto: Logo DMI

Foto: dmi.or.id
Fungsi masjid untuk menyatukan umat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah berusia genap 50 tahun pada 22 Juni lalu. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis berharap, DMI kedepannya bisa memaksimalkan fungsi masjid sebagaimana pada zaman Rasulullah SAW dna para sahabat. 

 

“Kami berharap DMI memaksimalkan fungsi masjid untuk memberikan guidance sebagaimana di zaman Rasulullah SAW berfungsi sebagai penyatuan umat, menggerakkan spiritual umat sekaligus membangun kohesivitas umat dari masjid,” ujar Kiai Cholil saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga

Dia menuturkan, pada zaman Rasulullah berbagai pengajaran banyak dilakukan di masjid. Pada zaman para sahabat, kata dia, masjid juga difungsikan sebagai tempat menimba ilmu. “Bahkan, di masa tabiut tabiin, masjid itu masih menjadi fungsi baitul ilmi. Bahkan, al Azhar pun itu adalah buah dari halaqah-halaqah di masjid,” ujar Ketua PBNU ini.

Karena itu, bertepatan dengan usia setengah abadnya ini, Kiai Cholil juga berharap DMI bisa memaksikan masjid sebagai tempat untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahn sosial keumatan.

“Kemudian, juga bisa dijadikan fungsi sosial bagaimana memutuskan masalah keumatan di masjid, bagiamana melakukan perdamaian di masjid, itu yang bisa difungsikan,” kata Kiai Cholil.

Terakhir, Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini juga berharap kepada DMI untuk memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat untuk mengembangkan ekonomi umat.

“Bagaimana masjid itu yang berjamaah secara ibadah bisa juga dijadikan jamaah secara ekonomi untuk membangun ekonomi umat berbasis masjid,” ujarnya.

“Sehingga orang ke masjid itu mendapat keuntungan dunia dan mendapatkan keuntungan akhirat, dapat memperkuat spiritualitas,” jelas Kiai Cholil.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile