Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PM Australia Peringatkan China untuk Belajar dari Kesalahan Rusia

Selasa 28 Jun 2022 18:15 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese telah memperingatkan pemerintah China untuk belajar dari kesalahan strategis Rusia di Ukraina.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese telah memperingatkan pemerintah China untuk belajar dari kesalahan strategis Rusia di Ukraina.

Foto: AP Photo/Mark Baker
PM Australia memperingatkan pemerintah China untuk belajar dari kesalahan Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Perdana Menteri Australia Anthony Albanese telah memperingatkan pemerintah China untuk belajar dari kesalahan strategis Rusia di Ukraina. Hal ini diungkapkan Albanese saat dia menuju ke Eropa untuk menghadiri pertemuan dengan para pemimpin NATO.

 

Dalam sebuah wawancara dengan Australian Financial Review, Albanese mengatakan invasi Ukraina telah menyatukan negara-negara demokratis. "Terlepas apakah negara itu menjadi anggota NATO, atau non-anggota seperti Australia," ujarnya.

Ketika ditanya pesan apa yang harus diambil pemerintah China dari invasi Rusia ke Ukraina, terutama untuk ambisinya terhadap Taiwan, Albanese mengatakan, perang itu telah menunjukkan upaya untuk memaksakan perubahan pada negara berdaulat.

Dilansir Bloomberg, Selasa (28/6/2022), Presiden China Xi Jinping memiliki ambisi untuk menyatukan China dengan Taiwan dalam beberapa dekade mendatang.  Beijing telah lama menganggap Taiwan sebagai provinsi yang membangkang, meskipun keduanya diperintah secara terpisah selama lebih dari 70 tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan latihan militernya di udara dan laut di sekitar Taiwan. Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengatakan, latihan militer China di sekitar Taiwan merupakan pola agresi yang berkembang terhadap pulau itu.

Pernyataan Albanese muncul pada saat Australia dan China berupaya menjajaki kembali hubungan diplomatik yang sempat renggang. Namun masih ada sebagian besar titik ketegangan diplomatik antara kedua negara tersebut, termasuk kehadiran Beijing yang semakin meningkat di Pasifik, tindakan hukuman yang ditempatkan oleh China terhadap ekspor Australia, dan penahanan dua orang China Australia terkemuka.

Albanese akan bergabung dengan para pemimpin tiga negara Asia-Pasifik lainnya yaitu Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Spanyol, sebelum terbang ke Paris untuk bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Albanese mendapatkan undangan dari Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk mengunjungi Ukraina. Tetapi dia belum mengkonfirmasi apakah akan memenuhi undangan tersebut.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile