Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

16 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bukalapak Bidik Pendapatan Rp 3 Triliun pada 2022

Rabu 29 Jun 2022 06:07 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Logo Bukalapak. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memproyeksikan pendapatan tahun 2022 berada dikisaran Rp 2,7 triliun hingga Rp 3 triliun.

Logo Bukalapak. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memproyeksikan pendapatan tahun 2022 berada dikisaran Rp 2,7 triliun hingga Rp 3 triliun.

Foto: Wikimedia Commons
Pada kuartal I 2022, Bukalapak telah merealisasikan pendapatan sebesar Rp 788 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memproyeksikan pendapatan tahun 2022 berada dikisaran Rp 2,7 triliun hingga Rp 3 triliun. Estimasi ini tumbuh sekitar 44 - 61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk Teddy Oetomo mengatakan, estimasi ini tidak jauh berbeda dengan konsensus analis. "Angka ini juga sejalan dengan ekspektasi para analis yaitu sekitar Rp 2,96 triliun," kata Teddy, dalam Paparan Publik 2022, Rabu (29/6/2022). 

Baca Juga

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, Bukalapak telah merealisasikan pendapatan sebesar Rp 788 miliar. Capaian ini setara dengan 28 persen dari estimasi penuh pendapatan Perseroan tahun 2022. 

Teddy optimistis kenaikan pendapatan Perseroan dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan. Strategi perusahaan saat ini adalah meningkatkan kontribusi dari produk atau fitur yang memiliki take rate lebih tinggi. 

"Kami melihat progress ini masih akan terus berlanjut di sepanjang 2022," kata Teddy.

Perseroan mengistemasikan Total Processing Value (TPV) pada tahun ini akan tumbuh sekitar 39-47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini juga sesuai dengan ekspektasi para analis yang rata-rata mencapai Rp 170 triliun. 

Pada kuartal pertama tahun ini, perseroan telah merealisasikan TPV sebesar Rp 34,11 triliun atau sekitar 19 persen dari proyeksi untuk 2022. Meski demikian, untuk EBITDA yang disesuaikan, Perseroan memperkirakan masih akan mencatatkan kerugian dikisaran minus Rp 1,4 triliun - Rp 1,5 triliun. 

Sejauh ini, Teddy menilai, kinerja Perseroan masih berada pada jalur yang tepat. Hal tersebut juga tercermin dari kontribusi marjin Perseroan yang mulai menuju positif. "Artinya perusahaan berada di fase yang bukan lagi memperbaiki kinerja tapi bagaimana menumbuhkan pendapatan," tutur Teddy.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile