Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

 

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Beberapa Hal Ini Apabila Dilakukan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Rabu 29 Jun 2022 06:41 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Kanker payudara menjadi penyakit yang mempengaruhi jutaan wanita di dunia.

Kanker payudara menjadi penyakit yang mempengaruhi jutaan wanita di dunia.

Foto: www.freepik.com
Kanker payudara menjadi penyakit yang mempengaruhi jutaan wanita di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker payudara menjadi penyakit mempengaruhi jutaan wanita di seluruh dunia. Meskipun ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit ini, beberapa pilihan gaya hidup dan kebiasaan dapat memainkan peran penting.

 

 

Baca Juga

Tidak deteksi dini

Dilansir dari laman Eat This, Not That, Rabu (29/6/2022), salah satu cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini adalah dengan melakukan pemeriksaan diri secara teratur. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengenal bagaimana tampilan dan rasa payudara Anda sehingga Anda dapat lebih mudah melihat perubahan apa pun.

 

Tidak Mendapatkan Pemeriksaan Mammogram

Skrining mammogram merupakan alat penting dalam deteksi dini kanker payudara. Tes ini seringkali dapat menemukan tumor yang terlalu kecil untuk dirasakan dengan tangan.

Wanita yang tidak mendapatkan mammogram secara teratur memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Jika Anda berusia di atas 50 tahun, penting untuk melakukan mammogram setiap dua tahun. Anda mungkin perlu mendapatkannya lebih sering jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker payudara.

 

Menggunakan Produk Tembakau

Salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara adalah menghindari merokok. Penggunaan tembakau dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. 

Merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang merokok memiliki risiko 20 hingga 30 persen lebih tinggi terkena penyakit ini.

 

Minum alkohol

Kebiasaan buruk lain yang dapat menyebabkan kanker payudara adalah minum berlebihan. Konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini. Wanita yang minum lebih dari tiga minuman beralkohol per minggu memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada mereka yang tidak minum.

 

Diet yang buruk

Pola makan yang buruk juga dapat berkontribusi pada perkembangan kanker payudara. Makan diet tinggi daging olahan dan daging merah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ini. Sebaliknya, makan makanan yang kaya buah dan sayuran dapat mengurangi risiko Anda. 

Penting juga untuk menjaga berat badan yang sehat dan menghindari penambahan berat badan yang berlebihan. Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko utama kanker payudara karena jaringan lemak berlebih dapat menghasilkan hormon yang dapat mendorong pertumbuhan sel kanker.

 

Kurang Olahraga

Berolahraga secara teratur adalah cara penting lainnya untuk mengurangi risiko kanker payudara. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang aktif secara fisik memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit ini. Wanita yang berolahraga setidaknya 30 menit per hari memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada mereka yang tidak berolahraga.

 

Metode Pengendalian Kelahiran Tertentu

Metode pengendalian kelahiran tertentu juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Kontrasepsi oral yang mengandung estrogen dan progestin dapat sedikit meningkatkan risiko Anda. Ini terutama benar jika Anda menggunakannya selama 10 tahun atau lebih.

 

Terapi penggantian hormon

Terapi penggantian hormon (HRT) adalah faktor lain yang dapat berkontribusi pada perkembangan kanker payudara. HRT sering digunakan untuk meredakan gejala menopause, seperti hot flashes dan keringat malam. Perawatan ini juga dapat membantu mencegah osteoporosis. Namun, HRT telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile