Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Suka Duka Berduka Hadirkan Drama Komedi Satire Keluarga

Rabu 29 Jun 2022 06:49 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Pemain dan kru serial Suka Duka Berduka dalam acara konferensi persdan pemutaran spesial di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (28/6).

Pemain dan kru serial Suka Duka Berduka dalam acara konferensi persdan pemutaran spesial di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (28/6).

Foto: Republika/Umi Nur Fadhilah
'Suka Duka Berduk' merupakan drama yang 'relate' dengan keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vidio menghadirkan Original Series terbaru dengan genre drama komedi satire “Suka Duka Berduka”. Series arahan sutradara Andri Cung dan Nia Dinata itu dibintangi sejumlah bintang, seperti Jihane Almira, Ersa Mayori, Luna Maya, Tora Sudiro, Oka Antara, Atiqah Hasiholan, Samudra Taylor, Krisjiana Baharudin, Shalom Razade, Ayushita, Jajang C Noer, Shafira Umm, Anyun Cadel, Mbok Tun.

 

“Ini komedi satire. Ini relate (terkait) dengan kisah ada anggota keluarga yang meninggalkan kita,” kata Nia dalam acara Press Conference & Special Screening Film "Suka Duka Berduka" di Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga

Dari sisi keluarga, Nia mengatakan ada rahasia, agenda, atau keinginan yang terungkap ketika salah satu anggotanya meninggal dunia. Nia menjelaskan, premis “Suka Duka Berduka” mengajak berefleksi atau mentertawakan diri sendiri ketika menontonnya.

“Lagi sedih orang yang kita cintai meninggal, tapi ada anggota keluarga yang memilih jalur Ipung, Mitha, Ella, Vano, Paul, atau yang lainnya.

“Benang merahnya akan kelihatan di episode delapan,” ujar Nia.

Dia menekankan bahwa series berjumlah delapan episode itu bercerita tentang 40 hari meninggalnya anggota keluarga. Nia memuji bahwa eksplorasi kreatif dalam tim di “Suka Duka Berduka” sangat kompak.

Dia mengatakan bahwa mempelajari dan mengeksplorasi emosi manusia saat berduka berpotensi kuat menjadi drama, tetapi sebenarnya ada sisi komedi dalam ruang-ruang di saat keluarga besar berkumpul.

Menariknya, sudut pandang “Suka Duka Berduka” berasal dari orang luar keluarga itu, atau cucu menantu Naumi (Jihane Almira). Nia mengatakan, pemilihan sudut pandang itu bukan tanpa alasan.

“Cucu menantu itu orang luar, yang baru masuk ke keluarga, dan dia melihat keluarga ini, sehingga dia paling objektif,” kata Nia.

Dia mengatakan bahwa jika menggunakan sudut pandang anggota keluarga, maka sudut pandang kurang objektif.

Nia mengatakan, “Suka Duka Berduka” merupakan serial yang mengajak penonton terharu dan tersenyum secara bersamaan. “Di zaman sekarang, kita suka lupa arti penting ruang aman di keluarga. Padahal, masing-masing anggota keluarga bisa memberikan ruang nyaman satu sama lain,” ujar Nia.

“Suka Duka Berduka” bercerita tentang kehidupan keluarga Afan yang merupakan sosok terpandang di Ibu Kota. Rauf Afan (77 tahun) ditemukan meninggal dunia oleh Istri mudanya Lilis (Atiqah Hasiholan) karena serangan jantung, setelah berturut-turut menyantap sate kambing, durian, dan bir dingin.

Untuk menghormati almarhum, pengajian dilakukan secara rutin pada hari ketiga, hari ketujuh, dan hari ke-40. Di sini, berbagai cerita dan emosi bermunculan. Satu per satu anak, cucu, dan saudara Rauf Afan, yaitu Mitha (Ersa Mayori), Ella (Luna Maya), Rasyid (Oka Antara), Paul (Tora Sudiro), Naumi (Jihane Almira), Ipung (Krisjiana Baharudin), Vano (Samudra Taylor), Indri (Ayushita), dan NJT (Jajang C Noer) silih berganti memberi rentetan kejutan yang kental komedi.

Diawali dengan perselisihan mengenai warisan, Ipung yang tak henti membuat ulah, NJT hadir dengan ribuan kisah masa lalu yang fantastis, Rasyid yang penuh misteri hingga Paul yang ingin menjadi Gubernur Jakarta. Berbagai konflik terjadi berujung pada serangkaian peristiwa yang mendebarkan, mengharukan, menghasilkan tangis paling keras, tapi juga mengundang tawa yang paling lepas.

Gambaran sebuah keluarga yang dapat menemukan esensi suka dan duka dalam Berduka. “Suka Duka Berduka” tayang mulai 7 Juli 2022 di Vidio.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile