Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ukraina Belum Pertimbangkan Lagi Rencana Gabung NATO

Rabu 29 Jun 2022 12:55 WIB

Red: Esthi Maharani

 Bendera negara-negara anggota NATO. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan, negaranya belum mempertimbangkan kembali keinginannya bergabung dengan Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun dia menyebut, rencana itu belum dibatalkan.

Bendera negara-negara anggota NATO. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan, negaranya belum mempertimbangkan kembali keinginannya bergabung dengan Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun dia menyebut, rencana itu belum dibatalkan.

Foto: AP/Olivier Matthys
Ukraina menegaskan rencana untuk gabung NATO belum dibatalkan

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV – Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan, negaranya belum mempertimbangkan kembali keinginannya bergabung dengan Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun dia menyebut, rencana itu belum dibatalkan.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Prancis, RFI, Rabu (29/6/2022), Kuleba menolak anggapan bahwa Ukraina sudah membatalkan rencananya untuk bergabung dengan NATO.

“Mengapa tidak? Pertanyaan bergabung dengan NATO tertulis dalam konstitusi. Selain itu, struktur blok (NATO) adalah mekanisme keamanan paling efektif di ruang Eropa,” ujarnya.

Kendati demikian, Kuleba menilai, keinginan Ukraina saja tidak cukup untuk bergabung dengan NATO. “Aliansi (NATO) juga perlu menginginkannya (Ukraina bergabung),” ujarnya.

Ia kemudian mengaitkan isu tersebut dengan proses keanggotaan Ukraina di Uni Eropa. Kuleba mengungkapkan, perhimpunan Benua Biru sudah membuat langkah bersejarah dengan memberi Kiev status kandidat.

“Tapi kami melihat bahwa sejak awal perang (dengan Rusia), NATO belum membuat langkah apa pun menuju integrasi kami,” ucapnya.

NATO menggelar konferensi tingkat tinggi di Madrid, Spanyol, Rabu. Dalam pertemuan itu, NATO akan menyatakan Rusia sebagai ancaman keamanan bagi aliansi tersebut. “Kami akan menyatakan dengan jelas bahwa Rusia merupakan ancaman langsung terhadap keamanan kami,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menjelang penyelenggaraan konferensi.

Dia mengungkapkan, pertemuan di Madrid akan menjadi bersejarah dan transformatif bagi NATO.  “Kami bertemu di tengah krisis keamanan paling serius yang kami hadapi sejak Perang Dunia II,” ujarnya mengacu pada langkah Rusia menyerang Ukraina.

NATO akan meluncurkan perubahan terbesar dari kemampuan pertahanan dan pencegahannya sejak berakhirnya Perang Dingin, yakni dengan memperkuat pasukan di sisi timurnya. Jumlah pasukan di sisi timur bakal ditingkatkan dengan kesiapan tinggi.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile