Kamis 30 Jun 2022 13:08 WIB

Larangan Burkini Bukan Hanya Pengaruhi Wanita Muslim

Kebutuhan menutup aurat tidak hanya dilatarbelakangi oleh agama..

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah
...
Foto: AP Photo
Dalam file foto 4 Agustus 2016 yang dibuat dari video, Nissrine Samali, 20, masuk ke laut mengenakan burkini, pakaian seperti pakaian selam yang juga menutupi kepala, di Marseille, Prancis selatan. Larangan Burkini Bukan Hanya Pengaruhi Wanita Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, GRENOBLE -- Sejak 2016, larangan burkini telah diterapkan di kolam renang umum di Prancis, tetapi setelah protes dari wanita Muslim, dewan kota Grenoble memutuskan untuk menunda larangan tersebut bulan lalu. Dewan Negara Prancis menolak perselisihan tersebut dan menegakkan pembatasan tersebut, dengan menyatakan pengecualian tertentu terhadap peraturan untuk memenuhi tuntutan agama tidak dapat diizinkan.

 

Baca Juga

Burkini, seperti yang kita ketahui, ditemukan pada 2004 oleh perancang busana Lebanon-Australia Aheda Zanetti untuk menyediakan pakaian yang memungkinkan wanita Muslim menikmati gaya hidup pantai Australia sambil mengikuti pedoman pakaian sederhana mereka.

Sejak saat itu, telah menjadi subyek banyak kontroversi; Prancis, misalnya, yang membanggakan diri pada sekularisme, menganggapnya sebagai simbol ekstremisme agama. Namun, pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh tidak selalu atas alasan agama, ada banyak alasan mengapa wanita tertarik pada pakaian renang gaya burkini untuk wisata kolam renang umum dan pantai.

 

Contoh saja aktris Lindsay Lohan, yang mengenakan burkini saat berlibur di Thailand pada 2017. Enam tahun sebelumnya, tokoh televisi Inggris Nigella Lawson membuat kehebohan saat dia mengenakan burkini dari merek Muslim Modestly Active saat berlibur di Sydney.

Chiara Taffarello, desainer Italia di balik merek pakaian renang mewah sederhana Munamer, yang berpartisipasi dalam Pekan Mode Mode Dubai tahun lalu, mengungkapkan sekitar 20 persen pelanggannya adalah non-Muslim. “Banyak wanita Eropa yang memesan burkini, terkadang tidak menggunakan penutup kepala atau bahkan legging, tetapi membelinya karena mereka membutuhkan atasan berlengan panjang yang menutupi hingga setengah kaki,” kata Tafarello kepada The National, Selasa (28/6/2022).

 

“Kebutuhan menutup aurat tidak hanya dilatarbelakangi oleh agama, tetapi bisa juga karena alasan kesehatan atau pribadi. Jika Anda ingin mempertahankan hak pergi ke pantai dan kolam renang untuk semua orang, saya yakin Anda dapat menemukan solusi dan kompromi lain,” ucap Taffarello, yang tidak setuju dengan larangan burkini Prancis.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement