Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Suriah

Kamis 30 Jun 2022 10:35 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Suriah karena mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Suriah karena mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk.

Foto: AP/Ludovic Marin/AFP POOL
Suriah mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Suriah. Langkah itu diambil setelah Damaskus mengikuti jejak Rusia dalam mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk.

“Tidak akan ada lagi hubungan antara Ukraina dan Suriah,” kata Zelensky dalam sebuah video di akun Telegram-nya, seraya menambahkan bahwa sanksi terhadap Suriah akan lebih besar, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga

Zelensky menggambarkan langkah Suriah sebagai “cerita tak bernilai”.  Pada Rabu lalu, Suriah mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk yang sebelumnya tergabung dengan Ukraina. Suriah menjadi negara kedua setelah Rusia yang memberi pengakuan tersebut.

"Republik Arab Suriah telah memutuskan untuk mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Luhansk serta Republik Rakyat Donetsk," kata seorang sumber di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Suriah kepada kantor berita resmi Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA), dikutip laman Al Arabiya.

Suriah pun siap menjalin hubungan dengan Luhansk dan Donetsk. “Kami akan berkomunikasi dengan kedua negara untuk menyepakati kerangka kerja penguatan hubungan, termasuk menjalin hubungan diplomatik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” ujar sumber di Kemenlu Suriah tersebut.

Awal bulan ini, Presiden Suriah Bashar al-Assad menerima kunjungan delegasi Rusia dan perwakilan Republik Rakyat Donetsk. Dalam pertemuan itu, Assad mengatakan Suriah siap memulai hubungan politik dengan Donetsk. Rusia diketahui merupakan sekutu yang membantu pemerintahan Assad memerangi kelompok pemberontak bersenjata dan teroris di Suriah.

Pada 21 Februari lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang mengakui Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk sebagai negara merdeka serta berdaulat. Sebelumnya kedua wilayah di Ukraina timur itu dikuasai kelompok separatis pro-Rusia.

Putin mengabaikan peringatan Barat bahwa pengakuan semacam itu ilegal dan dapat menenggelamkan negosiasi damai. Pada 24 Februari, Putin menyetujui “operasi militer khusus” ke Ukraina. Rusia terlebih dulu mengerahkan pasukannya ke Luhansk dan Donetsk. Sejak saat itu pertempuran dimulai dan berlangsung hingga saat ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

BERITA TERKAIT

 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile