Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bitcoin Anjlok di Bawah 19.000 Dolar AS, Pasar Kripto Makin Terguncang

Jumat 01 Jul 2022 01:30 WIB

Red: Nidia Zuraya

Harga Bitcoin anjlok 6,1 persen menjadi 18.866,77 dolar AS pada Kamis (30/6/2022) pukul 20.04 GMT atau Jumat (1/7/2022) pagi WIB.

Harga Bitcoin anjlok 6,1 persen menjadi 18.866,77 dolar AS pada Kamis (30/6/2022) pukul 20.04 GMT atau Jumat (1/7/2022) pagi WIB.

Foto: CFR
Bitcoin mencapai harga tertingginya pada tahun ini di level 48.234 dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Bitcoin anjlok 6,1 persen menjadi 18.866,77 dolar AS pada Kamis (30/6/2022) pukul 20.04 GMT atau Jumat (1/7/2022) pagi WIB. Kejatuhan ini menempatkan mata uang kripto terbesar dan paling terkenal di dunia itu turun 1.226,41 dolar AS dari penutupan sebelumnya dan terpuruk 60,9 persen dari tertinggi tahun ini di 48.234 dolar AS pada 28 Maret.

 

Beberapa pemain besar di pasar uang kripto mengalami kesulitan, dan penurunan lebih lanjut dapat memaksa investor kripto lainnya untuk menjual kepemilikan mereka guna memenuhi margin call dan menutupi kerugian. Ether, koin yang terhubung ke jaringan blockchain ethereum, merosot 7,5 persen menjadi 1.016,08 dolar AS pada Kamis (30/6/2022), kehilangan 82,38 dolar AS dari penutupan sebelumnya.

Baca Juga

Kedua aset digital itu telah tertekan sejak pemberi pinjaman yang berbasis di AS Celsius Network bulan ini mengatakan akan menangguhkan penarikan. Bitcoin dan ether selanjutnya diguncang oleh kebangkrutan dana lindung nilai kripto Three Arrows Capital, yang dikatakan oleh seseorang yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters telah memasuki likuidasi.

Banyak masalah di industri tersebut baru-baru ini dapat ditelusuri kembali ke keruntuhan spektakuler yang disebut stablecoin (mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil dan didukung oleh aset cadangan) TerraUSD pada Mei, yang membuat stablecoin kehilangan hampir semua nilainya, bersama dengan token pasangannya.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile