Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

14 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Saham ABBA dan MARI Masuk Top Gainers, IHSG Dibuka Menguat

Jumat 01 Jul 2022 03:13 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya (ilustrasi). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (1/7/2022), ke posisi 6.919,06 setelah ditutup terkoreksi pada perdagangan kemarin.

Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya (ilustrasi). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (1/7/2022), ke posisi 6.919,06 setelah ditutup terkoreksi pada perdagangan kemarin.

Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA
Dalam daftar top gainers, saham emiten media ABBA memimpin kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona positif pada peradagan Jumat (1/7/2022). IHSG menguat ke posisi 6.919,06 setelah ditutup terkoreksi pada perdagangan kemarin. 

Dalam daftar top gainers, saham emiten media ABBA memimpin kenaikan sebesar 6,90 persen disusul GZCO yang melesat 6,82 persen, kemudian ADMR naik 6,01 persen dan MARI naik 5,62 persen. Selain itu, saham blue chip juga menopang kenaikan dengan UNVR, TLKM dan BBCA kompak naik 1 persen. 

Baca Juga

Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah pada hari ini. Hal ini sejalan dengan Wall Street yang ditutup turun dan mencatatkan kinerja buruk sepanjang semester I 2022.  

"Investor tertekan oleh kekhawatiran atas inflasi yang masih tinggi dan prospek terjadinya resesi," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Jumat (1/7/2022). 

Investor tampak semakin yakin ekonomi global akan segera mengalami perlambatan secara signifikan di tengah kondisi kebijakan moneter yang lebih ketat. 

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun turun 7 bps menjadi 3,02 persen. Penurunan terjadi setelah rilis data ekonomi AS terkini memperkuat pandangan kenaikan suku bunga secara agresif oleh bank sentral AS akan memicu resesi.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah bergerak naik setelah pertemuan OPEC+ memberi konfirmasi atas kenaikan produksi sebesar 648 ribu bpd di bulan Agustus.

Untuk hari ini, menurut riset, investor menantikan rilis data Manufacturing PMI sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik. Dari dalam negeri, BPS dijadwalkan merilis data inflasi bulan Juni.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile