Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

7 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ini Kata Sosiolog Terkait Masalah Holywings

Jumat 01 Jul 2022 11:49 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agus Yulianto

Suasana salah satu bar-resto Holywings di Jakarta, Selasa (28/6/2022). Pemprov DKI Jakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penutupan secara serentak terhadap 12 outlet perusahaan bar dan resto Holywings di Jakarta hari ini. Penutupan tersebut dilakukan setelah ditemukannya sejumlah pelanggaran diantaranya pelanggaran izin usaha atau belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi. Republika/Thoudy Badai

Suasana salah satu bar-resto Holywings di Jakarta, Selasa (28/6/2022). Pemprov DKI Jakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penutupan secara serentak terhadap 12 outlet perusahaan bar dan resto Holywings di Jakarta hari ini. Penutupan tersebut dilakukan setelah ditemukannya sejumlah pelanggaran diantaranya pelanggaran izin usaha atau belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Kepolisian harus menyelidiki apakah tindakan ini memiliki tujuan tertentu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Sunyoto Usman menilai kontrol pemerintah daerah (pemda) sangat lemah dalam mengawasi outlet Holywings. Pemda baru bergerak setelah mendapat protes masyarakat menyusul Holywings yang membuat masalah terkait agama.

"Dugaan saya, kontrol pemda amat lemah. Pemda ribut setelah ada kejadian dan protes masyarakat," ujarnya saat dihubungi Republika, Jumat (1/7/2022). 

Dia menambahkan, dibutuhkan mekanisme kontrol yang lebih ketat. Dia juga meminta, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga harus lebih serius mengontrol kinerja Pemda. Dia juga meminta, kepolisian harus menyelidiki apakah tindakan ini memiliki tujuan tertentu seperti sengaja menciptakan kegaduhan di masyarakat.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, Sunyoto meminta harus ada pembatasan lokasi, jam buka, dan pelanggannya. "Beri sanksi keras juga bagi pelanggan yang mabuk di lokasi," katanya 

Lebih lanjut dia  juga meminta, bisnis minuman keras harus dibatasi. Menurutnya, bisnis semacam ini memberikan banyak dampak negatif. Dia mencontohkan, di banyak negara maju, kecelakaan lalu lintas banyak karena minuman keras. "Malah tampak kita (Indonesia) terlalu bebas," ujarnya.

Sebelumnya Pemprov DKI secara resmi telah mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings yang ada di Jakarta. Pencabutan izin itu, buntut promosi minuman keras gratis setiap Kamis bagi siapapun yang bernama Muhammad dan Maria. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile