DIY Terus Percepat Vaksinasi Cegah Meluasnya Penularan PMK

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq

Veteriner Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman melakukan vaksinasi penyakit PMK ke ternak warga di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Veteriner Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman melakukan vaksinasi penyakit PMK ke ternak warga di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus melakukan percepatan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi hewan ternak. DIY sudah menerima setidaknya 4.800 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat untuk tahap pertama.

Melalui vaksinasi ini diharapkan dapat menekan angka penambahan kasus dan mencegah meluasnya penularan PMK Pasalnya, kasus PMK di DIY tercatat sudah lebih dari 7.000 kasus.

"PMK kita termasuk yang sudah hampir (sebaran) merata kasusnya, tapi kita sudah upayakan lakukan vaksinasi dan massal vaksinasi kita. Mudah-mudahan dengan vaksinasi kita bisa segera atasi (PMK)," kata Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji di kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Selain percepatan vaksinasi PMK ini, Aji menyebut, pengobatan terhadap hewan ternak yang sudah terpapar juga dilakukan. Aji menuturkan, sudah banyak hewan yang sembuh dari PMK ini.

"Kita juga melakukan penyembuhan terhadap binatang (hewan ternak) yang sudah sakit dan sudah terbukti beberapa binatang yang sakit itu bisa sembuh," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto mengatakan, 4.800 dosis vaksin yang diterima sudah didistribusikan. Vaksinasi sendiri diprioritaskan bagi sapi perah karena menjadi pemasukan sehari-hari bagi peternak.

Kabupaten Sleman mendapatkan alokasi vaksin terbanyak yakni 3.100 dosis. Hal ini dikarenakan sentra sapi perah di DIY berada di Sleman.

"Vaksin stressing-nya di sapi perah dan sentralnya di Cangkringan dan Pakem (Sleman). Karena sapi perah menjadi cash money bagi peternak sehari-hari dan umurnya diharapkan panjang. Beda dengan sapi daging yang tiga atau empat tahun sudah disembelih, makanya diprioritaskan sapi perah diselamatkan terlebih dahulu dari sapi daging," kata Sugeng.

Sedangkan, untuk Kabupaten Gunungkidul dan Bantul mendapatkan alokasi vaksin masing-masingnya sebanyak 300 dosis. "UGM diberikan 100 dosis dan OPD kami 500 dosis. OPD juga mendapatkan alokasi vaksin supaya hewan di lingkungan pemerintah jangan sampai terkena PMK," ujarnya.

Alokasi vaksin tahap pertama ini tentu belum mencukupi untuk seluruh hewan ternak yang ada di DIY. Pasalnya, populasi hewan ternak di DIY sendiri mencapai lebih dari 800 ribu ekor.

Sugeng menyebut, pemerintah pusat akan kembali mendistribusikan vaksin untuk DIY pada Agustus 2022 nanti. Meskipun begitu, jumlahnya belum dapat dipastikan.

"Agustus Pak Menteri (Pertanian) berjanji akan berikan vaksin lebih besar dan berharap DIY diberikan dengan porsi lebih. Kita masih menunggu, apakah semua hewan berkuku belah nantinya diberikan vaksin, kita lihat di Agustus," tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id

Terkait


Hewan Ternak di Jabar yang di PMK Baru 40 Persen, DKPP Jabar Evaluasi Daerah

Puskeswan Imbau Masyarakat Tidak Khawatir Tertular PMK

Pemprov DKI Terjunkan 865 Petugas untuk Pemeriksaan Kesehatan Hewan Qurban

Begini Cara Aman Umat Islam Berqurban Saat Wabah PMK Merebak

DKPP Bogor Jabar: Kambing Belum Jadi Prioritas Vaksinasi PMK

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark